[12:02:30 PM] Indo Nalo:
close

Jumat, 14 Agustus 2015

Siswi SMP Ini Jual Kesucian Cuma Rp 2 Juta



asli4d.com-Hanya karena kesal sering dimarahi orangtua, seorang siswi SMP sebut saja bernama Bunga nekat menjual kesuciannya pada pria hidung belang seharga Rp2 juta. Mirisnya lagi, remaja berusia 14 tahun itu melakukan aksi ini dibantu temannya berinisial A (15),  yang juga baru tamat SMP.
Info yang dihimpun kru koran ini di Mapolresta Medan, Kamis (13/8) sore, kasus menggemparkan ini bermula saat Bunga yang kesal dimarahi orangtuanya menemui temannya berinisial A, pekan lalu. Keduanya bertemu di kawasan Mabar, Medan Deli. Saat itulah Bunga menyuruh A mencari pria hidung belang.
Singkat cerita A pun menghubungi teman prianya berinisial D (23). Kemudian D ikut mencari pria hidung belang yang bersedia membeli kesucian Bunga. Karena tak dapat, D lalu menemui rekannya seorang wanita berinisial M (40). Melalui jasa M, akhirnya D dan F menemukan calon ‘pembeli.
Pria hidung belang itu berinisial IW (42). Singkat cerita, A menawarkan Bunga pada IW via telepon. Tapi saat bertemu, dengan alasan takut, semula IW menolak. Meski tak jadi, tapi IW tetap memberikan uang ratusan ribu pada Bunga. Uang itu yang membuat Bunga makin tergiur, hingga kembali mendesak A untuk menemui IW. Karena itu, untuk kedua kalinya A membuat janji dengan IW.
Masih mengenakan seragam sekolah, A dan Bunga pun menemui IW di depan salah satu swalayan di Medan. Saat itu A dan Bunga dibawa IW jalan-jalan naik mobilnya. Di dalam mobil itulah, Bunga mengganti seragam sekolahnya.Singkat cerita, IW pun membawa Bunga hotel kawasan Jalan Jamin Ginting bulan Juli tahun 2015 lalu. Di sanalah IW merenggut kesucian Bunga. Setelah itu, IW pun menyerahkan uang Rp 2 juta pada Bunga. Sebagai tanda jasa, Bunga memberikan uang Rp1 juta pada A. Tak lama pasca kasus ini terungkap, polisi yang mendapat laporan langsung membekuk A.
“Jadi A kita tangkap dari kediamannya di kawasan Mabar, Medan Deli pada Rabu (12/8) malam. A kita tangkap atas laporan orangtua Bunga yang sempat nggak pulang satu malam. Untuk sementara A kita tahan sekaligus untuk mencari siapa saja yang terlibat. Dalam kasus ini A jelas terlibat ikut menjual korban. Yang jelas inisial D, M dan IW masih dalam pencarian kita,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Aldi Subartono d. Diketaui kasus ini terungkap karena F dihantui rasa bersalah pada orangtuanya. “Karna dapat desakan dari orangtuanya, dan merasa bersalah F pun menceritakan hal ini. Bunga mengaku kesal karena sering dimarahi orangtuanya,” tutup Kanit Pidum AKP Bayu S Putra.(mag-1/deo)

lihaat berita terlengkap selanjut nya
klik link di bawah ini:
email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD

Pengusaha Ini Sukses Karena Banyak Istri

Pengusaha Ini Sukses Karena Banyak Istri

HIDUP Donjuan, 57 (nama samaran) bisa jadi membuat semua pria iri. Bagaimana tidak, sebagai seorang pengusaha dia sukses membuka cabang usahanya di mana-mana. Sebagai seorang laki-laki dia beruntung memiliki istri lebih dari satu. Lengkap bukan? Hahahaha….

Ya, sang istri, Sephia, 50 (juga nama samaran) adalah kunci sukses Donjuan. Sebab, dia begitu ikhlas dimadu melihat sang suami menikah dengan perempuan lain, yang tentu saja lebih muda dan cantik.

Itu semua karena pasangan suami-istri ini percaya bahwa keberuntungan akan datang apabila Donjuan punya banyak istri. Istilahnya: banyak istri banyak rezeki.

”Alhamdulillah, ini berkat kesabaran dan kelegowoan hati istri saya,” kata Donjuan di sela­sela penanda­ tanganan waris bagi anaknya di salah satu kantor pengacara di kawasan Surabaya Selatan kemarin (13/8).

Sudah banyak yang tahu bahwa di mana ada cabang usaha Donjuan, maka hampir dipastikan ada istri mudanya.

”Sema­kin saya banyak istri, ternyata usaha saya sukses. Istri juga mendukung saya,” ungkapnya dengan semringah.

Nah, jika dihitung-hitung jumlah istri muda Donjuan tak kurang dari tujuh peremuan. Gimana, enak bukan? Hahahaha.. (opi/mas/jpnn)

lihat berita lengkap selanjut nya
klik link di bawah ini:
email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD

Ups…! Cewek Ini Komplotan Perampok Bersenpi

Ups…! Cewek Ini Komplotan Perampok Bersenpi

IMG-20150814-WA0002

asli4d.com-Kawanan perampok bersenjata api kembali digulung polisi pada Rabu (12/8/2015) malam sekitar pukul 23.00 wib. Dari 3 pelaku diamankan, dua orang pria terpaksa ditembak, sedangkan yang wanita tak berkutik ketika diciduk. Meski begitu petugas masih harus bekerja ekstra keras karena 4 dari mereka lolos dari penyergapan.

Keterangan dihimpun dari Kabid Humas Poldasu, Kombes Pol Helfy Assegaf, para pelaku yang tertangkap dalam aksi di Desa Siholbung, kec Padang Bolak Julu, Kab Paluta  itu, masing-masing, Deddy (40), warga Laut Tador-Tebing tinggi yang mengalamai dua kali tembakan di kaki kiri, kemudian Zakaria (40), warga M edan Denai, mengalami luka tembak pada kaki kiri dan Novi Sahara Br Sihombing (20), warga Pancur Batu, Deliserdang.

Sedangkan pelaku lainnya yang berhasil kabur dari pengejaran polisi, di antaranya, seorang pria bermarga Munthe (35), warga Tebing Tinggi. Dia ini yang diduga sebagai otak dari perampokan dan pemilik senjata api, kemudian ER (35) warga Tebing Tinggi, WY (35) warga Tebing Tinggi. Sedangkan AD (40) warga Pargarutan, Kec Padang Sidimpuan Timur berperan sebagai pencari target.

Berdasarkan Laporan Polisi no.LP/253/VIII/2015/SU/Tapsel tanggal 13 Agustus 2015, Sutan Siregar (17) pelajar SMA, warga Desa Portibi Julu, selaku pelapor mengatakan, pada hari Rabu (12/8/2015) seitar pukul 22.30 wib mereka sedang melintas di Ds Siholbung, Kec Pd Bolak Julu, Kab Paluta.

Selain Sutan Siregar, di dalam truk colt diesel no.pol BB 9030 JA itu, juga ada Sarwan (29)  warga Sipaho-Gunung Tua selaku pengemudi dan kernetnya Kuat Harahap (35) warga Gunung Martua. Saat itu mereka baru saja berangkat dari PT kirana Sapta di Desa Panompuan seusai menjual getah senilai Rp. 4.5 jt dan uang tersebut di dalam tas.

Saat perjalanan pulang, mereka disalip di TKP oleh para pelaku dengan mobil Avanza hitam, plat palsu bernomor BM 1048. Spontan korban berhenti, kemudian 4 dari ketujuh pelaku turun dari mobil Avanza dan langsung mendekati sopir.

Di bawah ancaman senjata api pelaku bermarga Munthe, para korban tak bisa berkutik. Ditambah lagi seorang tersangka suku Nias keluar mengancam pakai kunci roda. Sejurus kemudian, Munthe memukulkan senpinya ke pelipis kanan sopir Sarman, selanjutnya dibawa ke dalam Avanza lalu diikat.

Sedangkan 3 pelaku lainnya menghampiri korban Sutan Siregar (anak toke getah) dan merampas tas berisi uang tunai Rp25 juta. Namun saat itu korban berhasil melarikan diri dan meminta tolong kepada mobil yang sedang melintas untuk menumpang ke Polsek Gunung Tua.

Keempat pelaku kemudian membawa truck milik korban dan 3 pelaku lainnya membawa sopir & kernet truck dalam keadaan tangan terikat, mulut & mata korban dilakban dengan menaiki mobil Avanza hitam.

Saat itu, tersangka juga mengambil uang di celana Sarman dan Kuat Harahap sebanyak Rp.10.250.000, serta HP merk, kemudian kedua korban dibuang di Desa Aek Honas Kec Binanga Kab Palas masih dalam keadaan terikat. “Setelah tali ikatan bisa mereka lepas, Sopir dan kernet ini melapor ke Polsek Barteng, lalu Kapolsek mengantar ke Polsek Gunung Tua,” kata Kombes Pol Helfi Assegaf..

Hasil kerja sama polisi dan dibantu masyarakat, akhirnya truk yang dilarikan para pelaku bisa dicegat di Desa Siholbung Padang Bolak, hanya beselang satu jam kemudian beserta dengan ketiga tersangka. Karena melawan, Deddy dan Zakaria terpaksa ditembak. Sedangkan Novi cuma dibekuk tanpa perlawanan. Sedangkan seorang pelaku kabur dari penyergapan truk ini.

Saat ini, polisi dari Sat Reskrim Polres Tapsel beserta tim khusus masih melakukan pengejaran terhadap Avanza hitam yang berisi 3 pelaku. “Para pelaku yang ditembak, dilarikan ke RS Aek Haru Raya untuk diberikan pengobatan, juga kepada ketiga korbannya,” kata Kabid Humas Poldasu.(jhon)

lihat berita terlengkap
klik link di bawah ini:
email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD

rasis di masyarakat terlalu berkembang cepat

                 Menghadapi rasisme di Indonesia

Di sebagian besar negara maju modern, rasisme dianggap oleh kebanyakan orang sebagai baik sebagai moral dan intelektual yang-tidak-matang. Di negara berkembang tidak selalu seperti itu.

Keliatannya sumber masalah bukan hanya pemerintah Indonesia / militer , tetapi juga sebagian besar orang di masyarakat Indonesia. I think it would be a good thing to say this to Indonesian Tionghoa:

Ada lebih banyak variasi dalam sebuah ras, daripada diantara rasis itu sendiri. Semua anggota dari ras bertindak sebagai perorangan atau kelompok, tetapi tidak pernah sebagai seluruh ras. Beberapa jenis kesalahan yang umum dilakukan di kalangan ras tertentu tetapi tidak semua orang di dalam ras tersebut yang bersalah. Menghukum seluruh ras untuk aksi dari beberapa individu dari sebuah ras, akan berujung pada hukuman kepada banyak orang-orang yang tidak berdosa(innocent)

Kemudian bila orang-orang yang tak bersalah tersebut dihukum, mereka cenderung untuk melawan kembali. Jika mereka tidak dapat memberi perlawanan pada pelaku langsung, sebagai upaya untuk menjaga martabat mereka mungkin mereka memakai kejahatan atau terorisme terhadap orang-orang yang mengidentifikasi para pelaku, yaitu dengan orang yang sama ras / agama / kewarganegaraan. Ini adalah alasan terorisme, a real terror; bukan pembenaran. Tidak ada pembenaran. Indonesia harus keluar dari lingkaran setan prasangka.

Tidak semua umat Islam yang bersalah yang menyerang umat Kristen dan sebaliknya. Tidak semua Tionghoa yang bertanggung jawab untuk persaingan tidak sehat di Jawa. Tidak semua orang Batak bertanggung jawab atas kerusuhan Sampit. Tidak semua orang Tionghoa bertanggung jawab atas kasus pembunuhan oleh Benny Makassar . Namun banyak orang di Indonesia melakukan kesalahan dengan melakukan judgement dan prejudice yang sangat prematur

Setelah moral dan intelektual yang-tidak-matang akan rasisme yang telah tersebar secara luas ke masyarakat Indonesia, Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi'(KKR) seharusnya dibentuk. Hal seperti ini telah dilakukan di Afrika Selatan dan negara-negara lain.
Farid Esack, salah seorang tokoh rekonsiliasi nasional Afrika Selatan yang menjadi pengajar Universitas Western Cape, Afsel, dan sejumlah universitas di berbagai belahan dunia --antara lain Oxford, Cambridge, Harvard-- berpendapat bulat bahwa Indonesia termasuk negara yang membutuhkan KKR. (http://www.asli4d.com) Dengan adanya KKR, kebenaran-kebenaran hingga masa lalu akan terungkap.


Bagi yang belum tahu akan KKR, ini penjelasan sedikit :p
Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) adalah sebuah badan yang mirip dengan pengadilan yang dibentuk di Afrika Selatan setelah berakhirnya Apartheid. Setiap orang yang merasa bahwa mereka telah menjadi korban kekerasan dipersilakan menghadap dan didengar oleh Komisi ini. Para pelanggar kekerasan pun dapat memberikan kesaksian dan memohon amnesti dari tuntutan. Pendengaran (hearing) dimuat dalam berita-berita nasional dan internasional dan banyak sesinya disiarkan lewat stasiun televisi nasional. Komisi ini merupakan komponen penting dari transisi menuju demokrasi yang penuh dan bebas di Afrika Selatan dan, meskipun terdapat sejumlah kekurangan, pada umumnya dianggap sangat berhasil.

mau lihat bertia terbaik beikut nya
klik link di bawah ini :
UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI CONTACT KITA DI BAWAH INI
email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD

Sejarah Kota Samarinda

dari :asli4d.net


Sejarah Kota Samarinda tidak lepas dari peranan Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura, rombongan orang-orang Bugis Wajo, serta penjajah Belanda dan Jepang.

Wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara[sunting | sunting sumber]

Kerajaan Kutai Ing Martadipura berdiri pada abad ke-4 sampai dengan abad ke-17 Masehi dan berpusat di Muara Kaman, Kutai Kartanegara. Kerajaan Kutai Kartanegara yang berdiri tahun 1300 sampai dengan tahun 1959 mengalami dua kali perpindahan pusat pemerintahan. Pusat pemerintahan tahun 1735-1959 tidak disebutkan dalam cerita. Tahun 1300-1734 berpusat diKutai Lama atau Tepian Batu. Raja pertama bernama Aji Batara Agung Dewa Sakti dan permaisurinya bernama Putri Karang Melenu.[1]
Pada waktu itu, wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Kartanegara meliputi daerah yang luas, mulai daerah pantai, daerah kiri kanan Sungai Mahakam, sampai batas wilayah Muara Kaman ke udik. Daerah itu merupakan wilayah kekuasaan Kerajaan Kutai Ing Martadipura sampai masa runtuh kerajaan itu pada abad ke-17.
Wilayah Samarinda termasuk pula ke dalam wilayah Kerajaan Kutai Kartanegara. Akan tetapi saat itu, belum ada sebuah desa pun berdiri, apalagi kota. Sampai pertengahan abad ke-17, wilayah Samarinda merupakan lahan persawahan dan perladangan beberapa penduduk. Lahan persawahan dan perladangan itu umumnya dipusatkan di sepanjang tepi Sungai Karang Mumus dan sungai Karang Asam.
Berdirinya kota Samarinda tidak terlepas dari hijrah orang-orang Bugis Wajo, Sulawesi Selatan. Merekalah yang membangun Samarinda. Menurut lontara atau silsilah kedatangan suku Bugis menyebar ke seluruh Nusantara bermula pada tahun 1668.
Penyebaran itu terjadi karena kerusuhan di Kerajaan Bone Sulawesi Selatan pada tahun 1665. Ketika itu diadakan perhelatan besar pernikahan putra Goa dengan putri Bone. Kemudian terjadi perkelahian antara putra-putra Bone dan putra-putra bangsawan Wajo karena acara sabung ayam. Saat itu putra bangsawan Bone tewas tertikam keris sakti putra Wajo.[1]

Awal mula berdirinya Samarinda[sunting | sunting sumber]

Perjanjian Bungaya[sunting | sunting sumber]

Pada saat pecah perang Gowa, pasukan Belanda di bawah Laksamana Speelman memimpin angkatan laut Kompeni menyerang Makassar dari laut,[2] sedangkan Arung Palakka yang mendapat bantuan dari Belanda karena ingin melepaskan Bone dari penjajahan Sultan Hasanuddin (raja Gowa) menyerang dari daratan. Akhirnya Kerajaan Gowa dapat dikalahkan danSultan Hasanuddin terpaksa menandatangani perjanjian yang dikenal dengan Perjanjian Bungaya pada tanggal 18 November 1667.[2]

Kedatangan orang Bugis ke Kesultanan Kutai[sunting | sunting sumber]

Pemukiman penduduk di tepi Sungai Mahakam pada zaman pendudukan Belanda. Wilayah ini sekarang menjadi kawasan Karang Asam.
Sebagian orang-orang Bugis Wajo dari kerajaan Gowa yang tidak mau tunduk dan patuh terhadap isi perjanjian Bongaja tersebut, mereka tetap meneruskan perjuangan dan perlawanan secara gerilya melawan Belanda dan ada pula yang hijrah ke pulau-pulau lainnya di antaranya ada yang hijrah ke daerah Kesultanan Kutai, yaitu rombongan yang dipimpin oleh La Mohang Daeng Mangkona (bergelar Pua Ado yang pertama). Kedatangan orang-orang Bugis Wajo dari Kerajaan Gowa itu diterima dengan baik oleh Sultan Kutai.[2]
Atas kesepakatan dan perjanjian, oleh Raja Kutai rombongan tersebut diberikan lokasi sekitar kampung melantai, suatu daerah dataran rendah yang baik untuk usaha Pertanian, Perikanan dan Perdagangan. Sesuai dengan perjanjian bahwa orang-orang Bugis Wajo harus membantu segala kepentingan Raja Kutai, terutama di dalam menghadapi musuh.[2]
Semua rombongan tersebut memilih daerah sekitar muara Karang Mumus (daerah Selili seberang) tetapi daerah ini menimbulkan kesulitan di dalam pelayaran karena daerah yang berarus putar (berulak) dengan banyak kotoran sungai. Selain itu dengan latar belakang gunung-gunung (Gunung Selili).[2]

Rumah Rakit yang Sama Rendah[sunting | sunting sumber]

Jl. Jendral Winkelman (sekarang Jl. RE Martadinata dan Jl. Gajah Mada) di tepi Sungai Mahakam pada zaman penjajahanBelanda.
Sekitar tahun 1668, Sultan yang dipertuan Kerajaan Kutai memerintahkan Pua Ado bersama pengikutnya yang asal tanah Sulawesi membuka perkampungan di Tanah Rendah. Pembukaan perkampungan ini dimaksud Sultan Kutai, sebagai daerah pertahanan dari serangan bajak laut asalPilipina yang sering melakukan perampokan di berbagai daerah pantai wilayah kerajaan Kutai Kartanegara. Selain itu, Sultan yang dikenal bijaksana ini memang bermaksud memberikan tempat bagi masyarakat Bugis yang mencari suaka ke Kutai akibat peperangan di daerah asal mereka. Perkampungan tersebut oleh Sultan Kutai diberi nama Sama Rendah. Nama ini tentunya bukan asal sebut. Sama Rendah dimaksudkan agar semua penduduk, baik asli maupun pendatang, berderajat sama. Tidak ada perbedaan antara orang BugisKutaiBanjar dan suku lainnya.
Dengan rumah rakit yang berada di atas air, harus sama tinggi antara rumah satu dengan yang lainnya, melambangkan tidak ada perbedaan derajat apakah bangsawan atau tidak, semua "sama" derajatnya dengan lokasi yang berada di sekitar muara sungai yang berulak dan di kiri kanan sungai daratan atau "rendah". Diperkirakan dari istilah inilah lokasi pemukiman baru tersebut dinamakan Samarenda atau lama-kelamaan ejaan Samarinda. Istilah atau nama itu memang sesuai dengan keadaan lahan atau lokasi yang terdiri atas dataran rendah dan daerah persawahan yang subur.[3]
Penduduk menerima bagian lahan yang sama-sama rendah sehingga wilayah itu dinamakan "sama rendah". Akhirnya daerah itu disebut Samarinda. Penduduk Samarinda setiap tahun bertambah karena orang-orang Wajo berdatangan dan menetap di sana.
Berhadapan dengan daerah pemukiman baru ini, di tepi kanan Sungai Mahakam berkembang pula pemukiman di sekitar sungai Karang Mumus dan Karang Asam. Pemukiman ini dibangun para petani dan nelayan suku Kutai dan suku Banjar, pendatang dari Kalimantan Selatan.[3]
La Mohang Daeng Mangkona mulai membangun daerah baru itu dengan bantuan seluruh pengikutnya. Hutan belantara ditebas dan kayu-kayu besar ditebang. Setelah lahan terbuka dan pohon-pohon kering dibakar terbukalah daerah persawahan yang luas di tanah datar dan rendah tanpa bukit-bukit. Air tadah hujan menggenangi lahan yang pada saatnya ditanami bibit padi sawah.
Rumah-rumah didirikan di tepi Sungai Mahakam, membujur dari hilir ke hulu. Setiap keluarga mendirikan tumah tinggal yang dikerjakan secara gotong-royong. Dengan sistem gotong-royong semua pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik.[3]
Pua Ado diberi gelar Panglima Sepangan Pantai. Ia bertanggungjawab terhadap keamanan rakyat dan kampung-kampung sekitar sampai ke bagian Muara BadakMuara Pantuan dan sekitarnya. Keputusan sidang kerajaan membuka Desa Sama Rendah memang jitu. Sejak saat itu, keamanan di sepanjang pantai dan jalur Mahakam menjadi kondusif. Tidak ada lagi bajak laut yang berani beraksi. Dengan demikian, kapal-kapal dagang yang berlayar, baik dari Jawa maupun daerah lainnya bisa dengan aman memasuki Mahakam. Termasuk kapal-kapal pedagang Belanda dan Inggris. Mereka berlayar hingga ke pusat Kerajaan, di Tepian Pandan. Dengan demikian roda pemerintahan berjalan dengan baik serta kesejahteraan masyarakat menjadi meningkat.[4]
Sejak kedatangan bangsa Belanda yang memerintah di Indonesia sebagai penjajah, daerah ini dibangun menjadi pusat pemerintahan di Kalimantan Timur, wilayah antara Karang Mumus dan Karang Asam.[3]
Bangsa Jepang datang ke Samarinda pada tanggal 3 Februari 1942 setelah menguasai Tarakan dan Balikpapan. Sesampainya di Samarinda, pada tanggal 5 Februari 1942, tentara Jepang melanjutkan penyerbuaannya ke Lapangan Terbang Samarinda II yang waktu itu masih dikuasai oleh Tentara Hindia Belanda (KNIL). Dengan berhasil direbutnya lapangan terbang itu, dengan mudah pula Banjarmasin diduduki oleh tentara Jepang pada tanggal 10 Februari 1942.[5]

Samarinda Seberang[sunting | sunting sumber]

Sejarah terbukanya sebuah kampung yang menjadi kota besar, dikutip dari buku berbahasa Belanda dengan judul “Geschiedenis van Indonesie“ karangan de Graaf. Buku yang diterbitkan NV.Uitg.W.V.Hoeve, Den Haag, tahun 1949 ini juga menceritakan keberadaan Kota Samarinda yang diawali pembukaan perkampungan di Samarinda Seberang yang dipimpin oleh Pua Ado. Belanda yang mengikat perjanjian dengan kesultanan Kutai kian lama kian bertumbuh. Bahkan, secara perlahan Belanda menguasai perekonomian di daerah ini. Untuk mengembangkan kegiatan perdagangannya, maka Belanda membuka perkampungan di Samarinda Seberang pada tahun 1730 atau 62 tahun setelah Pua Ado membangun Samarinda Seberang. Di situlah Belanda memusatkan perdagangannya.
Namun, pembangunan Samarinda Seberang oleh Belanda juga atas izin dari Sultan Kutai, mengingat kepentingan ekonomi dan pertahanan masyarakat di daerah tersebut. Apalagi, Belanda pada waktu itu juga menempatkan pasukan perangnya di daerah ini sehingga sangat menjamin keamanan bagi Kerajaan Kutai.
Samarinda berkembang terus dengan bertambahnya penduduk yang datang dari Jawa dan Sulawesi dalam kurun waku ratusan tahun. Bahkan sampai pada puncak kemerdekaan tahun1945 hingga keruntuhan Orde Lama yang digantikan oleh Orde Baru, Samarinda terus ’disatroni’ pendatang dari luar Kaltim. Waktu itu Tahun 1966 adalah peralihan masa Orde Lama ke Orde Baru. Keadaan semuanya masih acak dan semberawut. Masalah keamanan rakyat memang terjamin dengan terbentuknya Hansip (Pertahanan Sipil) yang menggantikan OPR (Organisasi Pertahanan Rakyat). Hansip mendukung keberadaan Polisi dan TNI.
Kendati terbilang maju pada zamannya, perubahan signifikan Kota Samarinda dimulai ketika wali kota Kadrie Oening diangkat dan ditetapkan oleh Menteri Dalam Negeri dengan Surat Keputusan No. Pemda 7/ 67/14-239 tanggal 8 November 1967. Ia menggantikan Mayor Ngoedio yang kemudian bertugas sebagai pejabat tinggi pemerintahan Jawa Timur di Surabaya. Kotamadya Samarinda pada tahun 1950 terbagi tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Samarinda UluSamarinda Ilir dan Samarinda Seberang. Luas wilayahnya saat itu hanya 167 km². Kemudian pada tahun 1960 wilayah Samarinda diperluas menjadi 2.727 km² meliputi daerah Kecamatan PalaranSanga-SangaMuara Jawa dan Samboja. Namun belakangan, kembali terjadi perubahan. Kota Samarinda hanya tinggal Kecamatan PalaranSamarinda SeberangSamarinda Ilir dan Samarinda Ulu


lihat berita selanjut nya
klik olink di bawah ini :
UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI CONTACT KITA DI BAWAH INI
email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD
.[   

Kamis, 13 Agustus 2015

materi stand up comedy





ni gua buat untuk lu pd bisa belajar stand up comedi
1. Menulis materi stand up comedy hampir sama dgn menulis materi humor lainnya. Hanya saja “set up” materi Stand Up tdk bertele-tele
2. Inilah yg membedakan stand up dgn Anekdot yg cenderung “set up” atau pengantar ke punchline yg panjang. Bahkan mirip cerita
3. contoh; Saya tdk berani menatap mata pramugari, kalo papasan pasti lihat kebawah (set up) karena belahan roknya tinggi (punch)
4. Kalo anekdot cenderung bercerita, contoh : ada orang madura naik pesawat, duduk dikelas ekonomi, ditegur sama pramugari …dst
5. Makanya ada semacam kesepakatan diantara praktisi Stand Up di Amerika kalo materi anekdot bukanlah materi stand up
6. Ini ada cara standar utk menulis materi bagi komedian observasional. Kita akan mulai menulis materi berdasarkan pengamatan
7. Kita akan menulis materi stand up ttg restoran. Maka kita akan mengamati rangkaian kejadian ketika org datang ke restoran
8. di restoran ; orang datang, ada yg langsung dapat duduk atau antri dulu. Duduk, lihat menu, pesan, makan dan bayar.
9. Sbg contoh juara Stand Up Kompas “Ryan” membuat materi ttg orang antri di Restoran, kemudian namanya dipanggil
10. Bagi komedian observasional antri di restoran bisa menjadi materi. Kemudian duduk, posisi duduk direstoran jg bs jd materi
11. Contoh : didepan saya duduk perempuan cantik pake rok mini (set up) Ini mempengaruhi pilihan saya utk pesan paha (punchline)
12. Maaf dari tadi contohnya nyerempet ke anatomi tubuh terus, sekalian kasih contoh materi nyerempet jg bs dibungkus elegan
13. Byk rangkaian kejadian makan di restoran bs jadi materi stand up. Mulai dari menu hingga cara bayar. Makan sendiri atau berdua.
14. Sebagai contoh saya akan kutip materi lama mengenai cara orang memesan makanan di restoran.
15. Awal bulan mesan makanan biasanya lihat menu dari kiri ke kanan (setup) kalo akhir bulan kanan ke kiri, harganya dulu (punch)
16. Formula ini bs diadaptasi utk kejadian lain, misalnya rangkaian peristiwa “pdkt” sama perempuan. Peristiwa susah dpt kerja, dll
17. Demikianlah, intinya dgn latihan kita bs menulis materi dgn set up yg singkat langsung disamber punchline. Itulah Stand Up Comedy
18. Disamping Set Up dan Punch line, ada juga Bridging, ini pengantar sangat singkat dari satu materi ke materi lain.
19. Contoh bridging ; “itu kalo kita makan di restoran, kalo makan di food court lain lagi ” (kemudian masuk materi ttg food court)
20. Itulah pengantar singkat menulis materi Stand Up. InsyaAllah lain waktu kultwit aneka tips & teknik menulis materi Stand Up

email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD1