[12:02:30 PM] Indo Nalo:
close

Selasa, 11 Agustus 2015

Cerita Dewasa . Sex (' Riri ABG SMP ') CERITA DEWASA SEX (' RIRI ABG SMP ')


- Sebelumnya kuperkenalkan dulu siapa diriku.
Namaku Nunu, seorang mahasiswa semester pertama di
universitas JS di kota P dan nama pacarku Rirrie,
sekolah di SMU Negeri 1 kelas III di kota P juga.
Wajahnya cantik walaupun tidak secantik bintang
sinetron, manis tepatnya. Punya alis mata yang hitam
tebal yang sangat kontras dengan kulitnya yang putih.
Dengan hidung yang mungil lucu plus
bibir "dower" yang selalu merah dan dihiasi dengan
gigi yang sedikit tidak teratur tetapi justru giginya itu
yang menjadi daya tariutamanya. Tingginya sekitar 155
cm, berat 47 kg. Badannya mungil tapi montok. Bahu
yang datar dan badan yang tegap dihiasi dengan
sepasang payudara indah berukuran 32B yang
proporsional sekali dengan tubuhnya. Pantat yang
terbentuk rapi disertai sepasang kaki yangindah,
terutama betisnya. Pinggang yang ramping, perut yang
datar dan pinggul yang tidak terlalu besar. Tapi
sungguh, dengan keadaan tubuh seperti itu, tidak ada
pria yang bisa menahan napsunya jika melihatnya
sedang telanjang bulat. Tentu saja.Kejadian ini kualami
kalau tidak salah hari Kamis tanggal 7 Desember1998.
Aku barus saja menjemputnya pulang sekolah jam
setengah dua siang. Biasanya sich dia bawa motor
sendiri, cuman hari itu entah kenapa dia berangkat
sekolah naik becak. Jadinya saat pulang sekolah dia
menelponku minta dijemput. Panas sekali hari itu. Saat
sampai di rumahnya aku tidak langsung pulang. Aku
mampir sejenak buat sekedar menghilangkan rasa haus.
Aku duduk di ruang tamu, di sofa yangpanjang,
sementara dia mengganti baju sekolahnya dengan gaun
santai. Entah model apa bajunya, yang jelas dia
memakai kaos dengan celana pendek yang berbahan
kaos juga. Dia tampak seksi sekali dengan dandanan
seperti itu. Dia balik sambil membawa segelas sirup
dingindan kemudian tiduran di sofa dengan posisi
kepalanya di pangkuanku.
Kami pun berbasa-basi, saling menanyakan kabar
masing-masing. Karena memang kita sudah lama tidak
ketemu. Aku barusan pulang dari Jogja, tinggal di sana
beberapa hari. Dia orangnya memang gampang sekali
kangen sama pacarnya. Ditinggal beberapa hari saja
sudah sepertisebulan hebohnya. Dan kalau dia sedang
kangen, rugi aku kalau tidak ada di sisinya. Tau
maksudnya kan?
Lalu kami mulai bercerita tentang kegiatan kami
masing-masing selama ini sambil sesekali saling
mencumbu, berciuman dan berpagutan mesra. Saling
memainkan lidah. Kubiarkan mulutnya melumat bibirku.
Kubiarkan giginya menggigit lembut bibirku. Kurasakan
lidahnya menari-nari di dalam mulutku. Napasnya yang
lembut mendera wajahku. Oh ya, aku paling suka
"kissing" dengannya saat dia sedang makan coklat.
Rasanya jadi tambah enak. Dan seperti biasa kalau kami
sedang berasyik
masyuk, kedua belah tanganku selalu menari-nari di
tubuhnya. Selalu! Orang dianya sendiri yang minta buat
dijamah. "Pokoknya kalau kamu sedang mencumbuku,
sekalian dech tangan kamu ngerjain tubuhku. Biar tidak
nanggung. Tapi harus di bagian yang sensitif. Seperti di
daerah
sini, sini dan di sini!" katanya kepadaku suatu waktu
sambil
tangannya menunjuk leher, dada dan bawah perutnya.
Enak katanya. Akunya sich oke-oke aja. Siapa yang
bakal menolak ditawarin kerjaan seperti itu.
Mulailah pekerjaanku. Kudekatkan kepalaku ke lehernya,
kukecup perlahan leher itu kemudian kugigit perlahan.
Dia mendongakkan kepalanya tanda dia merasa
kegelian. Kucium daerah telinganya dan kukulum
bagian telinga yang menggelambir. Dia mendesah
perlahan dan
kemudian melingkarkan kedua tangannya ke leherku.
Tangan kananku pun berusaha menopang
punggungnya agar tubuhnya sedikit tegak dan tangan
kiriku segera kumasukkan ke balik bajunya,
mengakibatkan kaosnya terangkat sampai ke perut.
Tanganku menyentuh kulitnya yang halus. Menyusup
ke punggungnya untuk melepas tali BH-nya. Dan
mulailah tanganku menjelajahi bukit barisan itu.
Kuremas payudaranya, terasa lembut sekali, diapun
merintih. Kupilin putingnya, dia mengerang.
Kutarik puting itu dan diapun mendesah. "Ahh..!"
Kuputar-putar jariku di sekitar puting itu "Sshhh..!" Dia
mengerang merasakan kenikmatan itu. Kuremas-remas
buah dada itu berulangkali, kucubit bukit itu. Rasanya
kenyal sekali. Nggak bakalan bosan walaupun tiap hari
aku disuruh menyentuhnya.
Lalu tanganku pun turun menyusuri perutnya, menuju
hutan tropis. Masuk ke dalam celana dalamnya yang
terbuat dari kain satin dengan sedikit renda pada
bagian vaginanya. Kutemukan tumpukan kecil daging
yang ditumbuhi rambut-rambut halus. Kugunakan jari
telunjuk dan jari manisku untuk membelah labianya
yang masih terasa liat sementara jari tengahku
kumasukan sedikit ke dalam liang senggamanya.
"Mmhhh..." Dia kegelian. Kedua kakinya nampak
terjulur lurus, sedikit menegang.
Kucari seonggok daging kecil diantaranya. Bagian yang
mampu mengantarkan seorang wanita merasakan apa
arti hidup yang
sesungguhnya. Setelah kutemukan mulai tanganku
memainkannya. Kusentuh klitoris itu lembut sekali,
namun akibatnya sungguh luar biasa.
Tubuhnya menggelinjang hebat dengan kedua kaki
terangkat ke atas menggapai-gapai di udara. Dia
melenguh dengan mata terpejam dan lidah yang
menjilati bibirnya. Langsung kulumat mulutnya. Dia pun
membalas dengan ganas. "Uuhhhh..." Lalu tangan
kiriku berusaha menarik
klitorisnya, kupencet, kusentil, kupetik, kugesek dengan
jari tengahku. Dia memang paling suka disentuh
klitorisnya. Dan kalau
sudah disentuh, bisanya seperti orang sakau.
Mendesah, mengerang, dan menggigil.
Pernah suatu ketika aku ditelpon supaya datang ke
rumahnya cuma untuk "memainkan" klitorisnya. Ya,
ampuun... setelah puas bermain api, kami pun mencari
air untuk menyiramnya. Ehh.. sorry, ngelantur. Tak lama
kemudian dia mengajakku ke lantai dua.
"Mas, naik ke atas yuk?" "Mo ngapain?" tanyaku.
"Ke kamarnya Mbak Dian, di sini panas. Ada AC di
sana." "Boleh!" aku setuju.
Kami pun naik ke lantai dua. Satu persatu anak tangga
itu kami lewati
dan kami pun masuk ke kamar Mbak Dian. Aku
langsung tiduran di tempat tidur, sementara dia
menyalakan AC-nya. Lalu dia rebah di sampingku. Kami
bercerita lagi dan bercumbu lagi. Kali ini kulepas
kaosnya,
setumpuk daging segar menggunung di dadanya yang
tertutup BH semi transparan seolah ingin melompat
keluar. Waw, menantang sekali dan kemudian dengan
kasar kusentakkan BH itu hingga terlepas, lalu
terhamparlah pemandangan alam. Nampak Sindoro
Sumbing yang berjejer rapi. Bergelanyut manja di
dadanya. Putingnya yang berwarna coklat kemerahan
kokoh tegak ke atas mengerling ke arahku menantang
untuk kunikmati. Payudaranya betul-betul indah
bentuknya, terbungkus kulit
kuning langsat tanpa cacat sedikitpun, yang tampak
membias jika terkena cahaya, yang menandakan
payudara itu masih sangat kencang. Maklum payudara
perawan yang rajin merawat tubuh. Namun dengan
payudara seperti itu, jangankan menyentuh, cuma
dengan memandangnya saja kita akan segera tahu
kalau payudara itu diremas akan terasasangat lembut di
tangan.
Kudekatkan wajahku ke dadanya. Mulutku kubuka
untuk menikmati kedua payudaranya. Bau harum khas
tubuhnya semerbak merasuk ke dalam hidungku.
Kuhisap salah satu putingnya, kugigit-gigit kecil.
Lidahku bergerak memutar di sekitar puting susunya.
Dia mengejang kegelian. Menjambak rambutku dan
ditekankan kepalaku ke dadanya. Wajahku terbenam di
sana. Kugigit sedikit bagian dari bukit itu dan kusedot
agak keras. Nampaklah tanda merah di sana. Puas
kunikmati dadanya, mulailah ada hasrat yang menuntut
untuk berbuat lebih. Tampak juga di wajah Rirrie.
Matanya menatapku sayu. Wajahnya memerah dan
napasnya memburu. Kalau dia dalam keadaan seperti
ini, dapat dipastikan diasedang terangsang berat. Dan
aku yakin kemaluannya pasti sudah basah.
Aku bertanya padanya, "Rie, sekali-kali kita ngewek
yuk!" "Ah, tidak mau ah!" dia menolak.
"Kenapa?" tanyaku. "Aku malu," jawabnya.
"Malu sama siapa?" tanyaku lagi.
"Aku malu diliat bugil. Aku malu kamu liat anuku."
terangnya.
"Lho, kamu ini aneh. Masa hampir tiap hari kupegang
memek kamu, cuma ngeliat malah tidak boleh?" tanyaku
keheranan.
"He.." dia tertawa manja. Otakku bekerja mencari akal.
"Atau gini aja, kamu ambil selimut buat nutupin tubuh
kamu. Ntar kita
cari gaya yang bikin memek kamu nggak keliatan,"
usulku sembarangan, nggak taunya dia setuju.
"Iya dech Mas"
Aku girang setengah mati. Lalu dia pun turun ke bawah
mengambil selimut. Tak lama kemudian dia sudah ada
di hadapanku lagi dengan sebuah selimut batik di
tangannya. Lalu selimut itu diserahkannya kepadaku.
"Nah, sekarang kamu lepas semua pakain kamu!"
perintahku.
Dia pun segera melepas semua pakaiannya. Sungguh
anggun cara dia melepas pakaian. Perlahan namun
pasti. Apalagi saat dia mengangkat
kedua tangannya untuk melepas penjepit rambut yang
menyebabkan rambutnya terurai indah menutupi
sebagian pundaknya. Oh, cantik sekali dia. Berdiri
telanjang tanpa sehelai benang pun menutupi
tubuhnya. Layaknya seorang bidadari. Dengan payudara
yang kencang mengantung indah, dengan bulu halus
yang tertata rapi menghiasi bagian bawah perutnya.
Dan ketika sadar dirinya telanjang bulat, secepat kilat
dia merampas selimut yang ada di tanganku dan
digunakanya untuk menutupi tubuhnya. Kusuruh dia
untuk naik ke atas tempat tidur dalam posisi merangkak
membelakangiku. Aku segera
melepas seluruh pakaianku. Dia menengok ke belakang
dan tak sengaja menatap penisku yang sudah tegang
berat dan langsung memalingkan wajah. Jengah. Sambil
merajuk manja. "Ihhh..."
Walaupun kami sering bercumbu tapi kami belum
pernah saling mempertontonkan alat vital masing-
masing. Kalau saling pegang atau sekedar nyentuh sich
sering. Makanya jangan heran kalau dia jengah waktu
melihat penisku. Dan lagi dia itu orangnya pasif.
Penginnya "dikerjain" melulu, tapi kalau disuruh
"ngerjain" suka ogah- ogahan. Padahal sebenarnya dia
senang sekali kalau disuruh memegang penisku. Tapi
itulah dia, dia yang seorang Rirrie yang penuh dengan
tanda tanya. Yang aku pun masih suka bingung untuk
mengikuti jalan pikirannya.
Aku pun segera mendekat membawa seluruh amunisi
yang kupunya. Siap dalam duel berdarah. Kuangkat
sedikit selimut yang menutupi pantatnya dan harum
birahi yang amat kusukai dari vaginanya menyebar.
Tanganku pun masuk ke balik selimut itu. Mencari
daerah jajahan yang harus dikuasai. Meraba-raba
sampai akhirnya kutemukan gundukan itu. Terasa benar
bulu kemaluannya di jariku.
"Aowww... iiihhh! Mas nakal!" Dia protes ketika aku
berusaha mencabut beberapa helai bulu kemaluannya.
Sebelumnya buat para pembaca, aku melakukan ini
semua tanpa melihat ke arah vaginanya. Bayangkan,
bagaimana sulitnya. Soalnya aku belum pernah menatap
langsung vagina sekarang ini. Mulai kupusatkan
perhatianku di daerah selangkangannya. Vaginanya
terasa basah. Pasti dia sudah sangat terangsang. Dan
kucari letak lubangnya dengan jariku.
"Ah, geli Mas!" dia tersentak ketika tak sengaja
tanganku menyentuh klitorisnya.
"Hore ketemu...!!!" aku teriak kegirangan.
Akhirnya kutemukan lubang itu. Kumasukkan
seperempat jari telunjukku ke dalam vaginanya.
Sebentar kuputar-putar disana. Pinggulnya bergerak-
gerak tanda dia kegelian. Lalu kutarik kembali dan kini
pelan-pelan kusorongkan rudalku untuk mencoba
menembus dimensi itu. Saat pertama penisku
menyentuh vaginanya, secara refleks dia mengatupkan
kedua kakinya.
"Dasar perawan.." kataku di dalam hati.
Lalu perlahan kucoba merenggangkan kakinya. Terasa
ada penolakan halus disana.
"Ayo dong sayang, direngganging sedikit kakinya.
Katanya pengen di entotin."
Dia nurut, perlahan dia mulai mengangkangkan kedua
kakinya. Rudalku pun kembali mencari sasarannya.
Mulai menempel di bibir vaginanya. Terasa hangat di
situ.
"Aduh Mas, aku deg-degan nich" "Udah kamu tenang
aja dech!"
Perlahan tanganku mencoba untuk membuka tabir itu.
Kugunakan jemari tanganku untuk menguak vagina itu.
Sedikit terbuka. Dan kucoba memasukkan penisku.
"Bless!" Kepala rudalku mulai masuk, membuat Rirrie
mengerang kesakitan, membuatnya sedikit tidak
nyaman.
"Aduh, Mas, sakit nich!" dia merintih.
Kepalanya mendongak ke atas dengan mimik menahan
rasa sakit. "Tahan sebentar ya sayang! Sakitnya paling
cuma sebentar kok." Kasihan juga sich melihat dia
begitu. Tapi demi kenikmatan itu apa boleh buat.
Namun saat kepala rudalku mulai menguak masuk
vaginanya, terasa ada energi yang sangat kuat dari
dalam vaginanya mencoba untuk menyedot penisku
agar masuk ke dalam vagina itu. Sampai pinggulku
tertarik
maju membuat seluruh penisku melesak ke dalam
lubang itu. "Sleep..."
"Ah, Mas sakit nich!" "Tapi kok enak ya Mas?"
"Makanya kalo pengen lebih enak jangan ribut terus!"
kataku.
"Enak tapi kok aneh ya Mas? Kayak ada yang
ngganjel," dia ngomong sekenanya.
Aku pun tertawa.
"Kamu santai aja dong, jangan tegang gitu."
Dia menuruti perintahku. Dan sensasi yang belum
pernah kami rasakan mulai meresap di diri kami.
Penisku rasanya seperti diremas-remas lembut sekali
oleh suatu benda asing yang hangat dan basah tak
dikenal, disedot-sedot oleh vaginanya. Duh.. nikmatnya
luar biasa. Mataku sampai nanar menahan kenikmatan
itu. Lembab namun terasa sangat nyaman. Mulai
kugerakkan maju mundur pinggangku, kugenjot penisku
perlahan dan kemudian sedikit demi sedikit kupercepat
genjotanku, kadang-kadang kupelankan sambil
kubenamkan sedalam- dalamnya ke lubang vaginanya
sampai dia menjerit, "Mas.. Mas aduh yang ini sich
enak banget.. tusuk lagi dong yang keras Mas!" Rirrie
memohon.
Langsung saja kuturuti permintaannya. penisku
bergesekan dengan dinding vaginanya yang
membuahkan kenikmatan tersendiri bagi kami.
Mengakibatkan bunyi berdecak yang mengiringiku
menuju sejuta kenikmatan.
Tidak lama kemudian Ririe mendesah hebat sambil
badannya bergerak ke sana-kemari, cepat sekali,
badannya meliuk-liuk, tangannya meremas- remas sprei
tempat tidur hingga acak-acakan.
"Uuuhh.. enak sekali Mas.. pelanin dong nyodoknya,"
rintih Rirrie. Kuturuti kemauanya.
"Uh!" nikmat sekali rasanya.
Kupompa perlahan-lahan sambil kunikmati kenikmatan
yang menjalar ke seluruh tubuhku. Sebentar-sebentar
dia menggoyangkan pinggulnya, seolah-olah ingin agar
penisku juga merasakan kenikmatan itu. Kedua belah
tanganku bergerak kesana kemari menjelajahi bagian
belakang
tubuhnya. Kujambak rambutnya dan kudongakkan
kepalanya. Kubungkukan badanku lalu kuciumi
punggungnya. Kujilati leher itu. Kutampar
perlahan pantat Rirrie. Dia menjerit kecil. Tanganku pun
mengarah ke
depan menyambar payudaranya yang menggelantung
tak berdaya. Manggut- manggut mengikuti gerakan
badannya. Membuatku semakin horny. Payudaranya
terasa lebih keras dari biasanya. Mungkin karena dia
sedang dalam kondisi terangsang puncak.
Kuremas-remas dengan kasar. Kupilin-pilin putingnya
dan, "Plop..." ya ampun puting itu terlepas. Rambutnya
yang panjang melambai-lambai mengikuti irama
genjotanku. Matanya terlihat amat sayu dan sebentar-
sebentar terpejam. Hingga akhirnya...
"Adduuhh.. Rirrie tidak kuat lagi Mas.." "Rirrie pengen
pipis.."
"Masss.. aaakhh.."
Kurasakan dia menekan vaginanya sedalam mungkin
sambil menggoyang- goyangkan pinggulnya dan
mengatupkan kedua kakinya yang membuat penisku
semakin keras terjepit. Namun sungguh, tindakannya
justru
makin menambah nikmat gesekan yang kurasakan.
Tubuhnya tersentak dan berdiri tegak membelakangiku.
Kepalanya disandarkan di bahuku.
"Masss.. enak sekalii.. Hmmm.."
Lalu kulihat kepalanya mendongak ke atas dan kedua
bola matanya membalik seperti orang kesurupan.
Tangannya bergerak ke belakang memeluk tubuhku.
Dan menekan kuat tubuhku seolah ingin menyatukan
dengan tubuhnya. Intensitas denyutan vaginanya
semakin tinggi dan kekuatan menyedotnya pun
bertambah besar. Yang menyebabkan penisku terasa
semakin tertarik di liang senggamanya. Kupercepat lagi
genjotanku. Dan akhirnya...
"Ohhh... aaakhhh.. ouch... Mas enak!"
Teriakannya keluar seiring orgasme yang dicapainya.
"Seerrr..." cairan bening pun keluar membasahi liang
senggamanya. Banjir. Kurasakan suhu di sekitar situ
bertambah panas. Sekian lama berlalu tapi Rirrie masih
terus memejamkan matanya dan menekan kuat
pinggulnya. Menggerak-gerakannya kekiri dan kekanan.
Mencoba untuk
menyerap segala kenikmatan yang baru pernah
dirasakanya. Dia meracau tak karuan. Saat orgasme yang
dialaminya berakhir, dia pun terkulai
lemas. Menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur
dengan mata terpejam. Dalam posisi nungging. penisku
terlepas dari vaginanya. Tubuhnya bermandikan
keringat. Semakin menambah pesona kecantikan
tubuhnya. Tak sengaja aku melihat daerah
selangkangannya. Ternyata bentuk vaginanya bagus
sekali.
Vaginanya yang berwarna merah jambu nampak
merekah sedikit monyong dan labia minora-nya nampak
sedikit menjorok keluar. Mungkin karena
tadi rudalku berkali-kali membombardir pertahanannya.
Vagina itu berdenyut-denyut dan berkilat terkena
cahaya. Sedikit darah keluar
dari dalam vaginanya perlahan turun mengalir ke
pahanya. Ternyata dia masih benar-benar perawan.
Kubiarkan dia untuk mengatur detak
jantungnya. Agar mampu menghimpun kembali energi
yang secara mendadak
dikeluarkannya. Sepertinya dia agak shock. Maklum,
pengalaman pertama.
"Mas... yang barusan itu enak sekali." Dia berbisik
sambil menatapku dengan senyum kecil di sudut
bibirnya. Senyum penuh kepuasan. Lalu kurebahkan
tubuhnya sehingga dia dalam posisi tengkurap tidur,
aku pun merebahkan tubuhku menindih punggungnya.
Tanganku bergerak kembali ke arah selangkangannya.
Becek sekali di sana. Kucari kembali letak liang
senggama itu.
"Ayo sayang buka kembali surga kamu," pintaku.
Perlahan dia mengangkangkan kembali kedua kakinya.
Dan kini giliranku untuk memetik kemenangan itu.
Begitu melihat Rirrie membuka sedikit saja
selangkangannya, semangatku langsung membara lagi.
Kuambil ancang-ancang untuk memasukkan kembali
penisku. Satu.. dua.. tiga.. dan, "Bleess..." dengan
mudahnya penisku menembus vaginanya. Tanpa
permisi dan karena sudah tidak sabar langsung
kugenjot dengan kecepatan tinggi. Tak lama kemudia
kurasakan seluruh urat nadiku menegang dan darah
mengalir ke satu titik. Aku akan mencapai orgasme.
"Rie, Mas mau keluar nich.." "Gantian Ya?"
"Iya Mas, dienak-enakin lho!"
Rirrie berkata sambil kembali mengatupkan kedua
kakinya. Terasa dia sedikit mengejan untuk memberi
kekuatan di daerah perutnya yang mengakibatkan otot-
otot di sekitar vaginanya kembali mencengkeram kuat.
Semakin kupacu genjotanku dan akhirnya pada saat
akan terjadi titik kulminasi kuangkat tubuhku dan
kutarik penisku keluar dari vaginanya dan langsung
kubalikan tubuh Rirrie dan kuraih tangan kanannya lalu
kusuruh dia mengocok penisku. Kutarik kepalanya
mendekati penisku. Penisku seperti dipompa sampai
bocor. Air maniku
pun menyembur kencang dalam genggaman tangannya.
Mengenai wajahnya. Aku melenguh. Kulihat air maniku
menetes di sprei tempat tidur. Air
maniku sepertinya tidak mau berhenti. Tanganya yang
lembut terus mengurut penisku dengan cepat,
mengusap-usap kepala rudalku dengan ibu jarinya.
Sampai air mani terakhir menetes di tangannya. Aku
merasakan kenikmatan yang luar biasa. Sampai terasa
ke tulang sumsum.
"Enak Mas?" tanya Rirrie. Aku mengangguk.
"Belum pernah aku merasakan yang se.pertii.. ini,"
jawabku terbata- bata.
Aku merasa tubuhku lelah sekali. Lemas tak berdaya.
Rirrie mendekatkan wajahnya ke rudalku, dan dengan
sangat-sangat lembut dikecupnya kepala rudalku
berkali-kali sambil berkata, "Kamu benda kecil tapi bisa
bikin orang gede kepayahan."
Aku tersenyum mendengar ucapannya. Rirrie
memandangku dengan mesra sambil menebarkan
senyum penuh pesona. Aku langsung roboh di atas
tubuhnya. Menindih tubuhnya. Kugigit perlahan
lehernya. Kujilat
dagunya. Kukecup lembut bibirnya. Rirrie memeluk aku
sambil mengecup lembut pundakku.
"Mas kapan-kapan kita ngewek lagi ya Mas?" pintanya.
"Iya sayang. Suatu saat kita bakal ngewe lagi.. Kita cari
gaya yang lainnya," jawabku perlahan.
"Sekarang Mas pengen bobo dulu. Mas kecapean nich,"
aku memohon. "Iya dech Mas," balasnya.
"Mas.. Rirrie tambah sayang dech sama Mas."
Dan aku pun mendapatkan ciuman paling hangat di
bibir dalam sejarahku bersamanya. Lalu tangannya
turun ke bawah memegang penisku yang sudah lembek
dan meremas-remasnya dengan lembut sampai dia
terlelap. Kemudian kupeluk tubuhnya, kukecup
keningnya lembut dengan berjuta perasaan yang ada.
Dengan sisa kekuatan yang ada, kuangkat badanku
dan balik posisi badanku hingga kepalaku berada di
antara selangkangannya. Kukecup lembut vagina itu.
Kujilat sedikit lendir yang membasahinya. Kunikmati
sebentar pesona vaginanya dengan
mulutku. Lalu akupun memejamkan mata. Kami pun
tertidur meninggalkan senyum kepuasan di bibir kami.



UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI CONTACT KITA DI BAWAH INI

email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar