
Cerita 17 Tahun: Akibat Kunci Kamar Dibawa Teman |
Cerita 17 Tahun Terbaru 2014 | Namaku Hendriansyah,
biasa dipanggil Hendri. Saat ini aku kuliah di salah satu
Akademi Pariwisata sambil bekerja di sebuah hotel
bintang lima di Denpasar, Bali. Kisah yang aku ceritakan
ini adalah kisah nyata yang terjadi terjadi saat aku
masih duduk di kelas II SMA, di kota Jember, Jawa
Timur.
Cerita 17 Tahun Terbaru 2014 – Saat itu aku tinggal di
sebuah gang di pusat kota Jember. Di depan rumahku
tinggalah seorang wanita, Nia Ramawati namanya, tapi
ia biasa dipanggil Ninik. Usianya saat itu sekitar 24
tahun, karena itu aku selalu memanggilnya Mbak Ninik.
Ia bekerja sebagai kasir pada sebuah departemen store
di kotaku. Ia cukup cantik, jika dilihat mirip bintang
sinetron Sarah Vi, kulitnya putih, rambutnya hitam
panjang sebahu. Namun yang paling membuatku betah
melihatnya adalah buah dadanya yang indah. Kira-kira
ukurannya 36B, buah dada itu nampak serasi dengan
bentuk tubuhnya yang langsing.
Keindahan tubuh Mbak Ninik tampak semakin aduhai
saat aku melihat pantatnya. Kali ini aku tidak bisa
berbohong, ingin sekali kuremas-remas pantatnya yang
aduhai itu. Bahkan jika Mbak Ninik memintaku mencium
pantatnya akan kulakukan. Satu hal lagi yang
membuatku betah melihatnya adalah bibirnya yang
merah. Ingin sekali aku mencium bibir yang merekah
itu. Tentu akan sangat nikmat saat membayangkan
keindahan tubuhnya.
Cerita 17 Tahun Terbaru 2014 – Setiap pagi saat
menyapu teras rumahnya, Mbak Ninik selalu
menggunakan kaos tanpa lengan dan hanya
mengenakan celana pendek. Jika ia sedang menunduk,
sering kali aku melihat bayangan celana dalamnya
berbentuk segi tiga. Saat itu penisku langsung berdiri
dibuatnya. Apalagi jika saat menunduk tidak terlihat
bayangan celana dalamnya, aku selalu berpikir, wah
pasti ia tidak memakai celana dalam. Kemudian aku
membayangkan bagaimana ya tubuh Mbak Ninik jika
sedang bugil, rambut vaginanya lebat apa tidak ya.
Itulah yang selalu muncul dalam pikiranku setiap pagi,
dan selalu penisku berdiri dibuatnya. Bahkan aku
berjanji dalam hati jika keinginanku terkabul, aku akan
menciumi seluruh bagian tubuh Mbak Ninik. Terutama
bagian pantat, buah dada dan vaginanya, akan kujilati
sampai puas.
Malam itu, aku pergi ke rumah Ferri, latihan musik
untuk pementasan di sekolah. Kebetulan orang tua dan
saudaraku pergi ke luar kota. Jadi aku sendirian di
rumah. Kunci kubawa dan kumasukkan saku jaket.
Karena latihan sampai malam aku keletihan dan tertidur,
sehingga terlupa saat jaketku dipakai Baron, temanku
yang main drum. Aku baru menyadari saat sudah
sampai di teras rumah.
“Waduh kunci terbawa Baron,” ucapku dalam hati.
Padahal rumah Baron cukup jauh juga. Apalagi sudah
larut malam, sehingga untuk kembali dan numpang
tidur di rumah Ferri tentu tidak sopan. Terpaksa aku
tidur di teras rumah, ya itung-itung sambil jaga malam.
“Lho masih di luar Hen..” Aku tertegun mendengar
sapaan itu, ternyata Mbak Ninik baru pulang.
“Eh iya.. Mbak Ninik juga baru pulang,” ucapku
membalas sapaannya. “Iya, tadi setelah pulang kerja,
aku mampir ke rumah teman yang ulang tahun,”
jawabnya.
“Kok kamu tidur di luar Hen.”
“Anu.. kuncinya terbawa teman, jadi ya nggak bisa
masuk,” jawabku. Sebetulnya aku berharap agar Mbak
Ninik memberiku tumpangan tidur di rumahnya.
Selanjutnya Mbak Ninik membuka pintu rumah, tapi
kelihatannya ia mengalami kesulitaan. Sebab setelah
dipaksa-paksa pintunya tetap tidak mau terbuka.
Melihat hal itu aku segera menghampiri dan
menawarkan bantuan.
“Kenapa Mbak, pintunya macet..”
“Iya, memang sejak kemarin pintunya agak rusak, aku
lupa memanggil tukang untuk memperbaikinya.” jawab
Mbak Ninik.
“Kamu bisa membukanya, Hen.” lanjutnya.
“Coba Mbak, saya bantu.” jawabku, sambil mengambil
obeng dan tang dari motorku.
Aku mulai bergaya, ya sedikit-sedikit aku juga punya
bakat Mc Gayver. Namun yang membuatku sangat
bersemangat adalah harapan agar Mbak Ninik
memberiku tumpangan tidur di rumahnya.
“Kletek.. kletek…” akhirnya pintu terbuka. Aku pun
lega.
“Wah pinter juga kamu Hen, belajar dari mana.”
“Ah, nggak kok Mbak.. maklum saya saudaranya Mc
Gayver,” ucapku bercanda.
“Terima kasih ya Hen,” ucap Mbak Ninik sambil masuk
rumah.
Aku agak kecewa, ternyata ia tidak menawariku tidur di
rumahnya. Aku kembali tiduran di kursi terasku. Namun
beberapa saat kemudian. Mbak Ninik keluar dan
menghampiriku.
“Tidur di luar tidak dingin. Kalau mau, tidur di
rumahku saja Hen,” kata Mbak Ninik.
“Ah, nggak usah Mbak, biar aku tidur di sini saja,
sudah biasa kok, “jawabku basa-basi.
“Nanti sakit lho. Ayo masuk saja, nggak apa-apa kok..
ayo.”
Akhirnya aku masuk juga, sebab itulah yang
kuinginkan.
“Mbak, saya tidur di kursi saja.”
Aku langsung merebahkan tubuhku di sofa yang
terdapat di ruang tamu.
“Ini bantal dan selimutnya Hen.”
Aku tersentak kaget melihat Mbak Ninik datang
menghampiriku yang hampir terlelap. Apalagi saat tidur
aku membuka pakaianku dan hanya memakai celena
pendek.
“Oh, maaf Mbak, aku terbiasa tidur nggak pakai baju,”
ujarku.
“Oh nggak pa-pa Hen, telanjang juga nggak pa-pa.”
“Benar Mbak, aku telanjang nggak pa-pa,” ujarku
menggoda.
“Nggak pa-pa, ini selimutnya, kalau kurang hangat ada
di kamarku,” kata Mbak Ninik sambil masuk kamar.
Aku tertegun juga saat menerima bantal dan
selimutnya, sebab Mbak Ninik hanya memakai pakaian
tidur yang tipis sehingga secara samar aku bisa melihat
seluruh tubuh Mbak Ninik. Apalagi ia tidak
mengenakan apa-apa lagi di dalam pakaian tidur tipis
itu. Aku juga teringat ucapannya kalau selimut yang
lebih hangat ada di kamarnya. Langsung aku
menghampiri kamar Mbak Ninik. Ternyata pintunya
tidak ditutup dan sedikit terbuka. Lampunya juga masih
menyala, sehingga aku bisa melihat Mbak Ninik tidur
dan pakaiannya sedikit terbuka. Aku memberanikan diri
masuk kamarnya.
“Kurang hangat selimutnya Hen,” kata Mbak Ninik.
“Iya Mbak, mana selimut yang hangat,” jawabku
memberanikan diri.
“Ini di sini,” kata Mbak Ninik sambil menunjuk tempat
tidurnya.
Aku berlagak bingung dan heran. Namun aku mengerti
Mbak Ninik ingin aku tidur bersamanya. Mungkin juga
ia ingin aku.., Pikiranku melayang kemana-mana. Hal itu
membuat penisku mulai berdiri. Terlebih saat melihat
tubuh Mbak Ninik yang tertutup kain tipis itu.
“Sudah jangan bengong, ayo sini naik,” kata Mbak
Ninik.
“Eit, katanya tadi mau telanjang, kok masih pakai
celana pendek, buka dong kan asyik,” kata Mbak Ninik
saat aku hendak naik ranjangnya.
Kali ini aku benar-benar kaget, tidak mengira ia
langsung memintaku telanjang. Tapi kuturuti
kemauannya dan membuka celana pendek berikut
cekana dalamku. Saat itu penisku sudah berdiri.
“Ouww, punyamu sudah berdiri Hen, kedinginan ya,
ingin yang hangat,” katanya.
“Mbak nggak adil dong kalau hanya aku yang bugil,
Mbak juga dong,” kataku.
“OK Hen, kamu mau membukakan pakaianku.”
Kembali aku kaget dibuatnya, aku benar-benar tidak
mengira Mbak Ninik mengatakan hal itu. Ia berdiri di
hadapanku yang sudah bugil dengan penis berdiri. Aku
memang baru kali ini tidur bersama wanita, sehingga
saat membayangkan tubuh Mbak Ninik penisku sudah
berdiri.
“Ayo bukalah bajuku,” kata Mbak Ninik.
Aku segera membuka pakaian tidurnya yang tipis. Saat
itulah aku benar-benar menyaksikan pemandangan
indah yang belum pernah kualami. Jika melihat wanita
bugil di film sih sudah sering, tapi melihat langsung
baru kali ini.
Setelah Mbak Ninik benar-benar bugil, tanganku segera
melakukan pekerjaannya. Aku langsung meremas-remas
buah dada Mbak Ninik yang putih dan mulus. Tidak
cuma itu, aku juga mengulumnya. Puting susunya
kuhisap dalam-dalam. Mbak Ninik rupanya keasyikan
dengan hisapanku. Semua itu masih dilakukan dengan
posisi berdiri.
“Oh, Hen nikmat sekali rasanya..”
Aku terus menghisap puting susunya dengan ganas.
Tanganku juga mulai meraba seluruh tubuh Mbak
Ninik. Saat turun ke bawah, tanganku langsung
meremas-remas pantat Mbak Ninik. Pantat yang padat
dan sintal itu begitu asyik diremas-remas. Setelah puas
menghisap buah dada, mulutku ingin juga mencium
bibir Mbak Ninik yang merah.
“Hen, kamu ahli juga melakukannya, sudah sering ya,”
katanya.
“Ah ini baru pertama kali Mbak, aku melakukan seperti
yang kulihat di film blue,” jawabku.
Aku terus menciumi tiap bagian tubun Mbak Ninik.
Aku menunduk hingga kepalaku menemukan segumpal
rambut hitam. Rambut hitam itu menutupi lubang
vagina Mbak Ninik. Bulu vaginanya tidak terlalu tebal,
mungkin sering dicukur. Aku mencium dan
menjilatinya. Tanganku juga masih meremas-remas
pantat Mbak Ninik. Sehingga dengan posisi itu aku
memeluk seluruh bagian bawah tubuh Mbak Ninik.
“Naik ranjang yuk,” ucap Mbak Ninik.
Aku langsung menggendongnya dan merebahkan di
ranjang. Mbak Ninik tidur dengan terlentang dan paha
terbuka. Tubuhnya memang indah dengan buah dada
yang menantang dan bulu vaginanya yang hitam indah
sekali. Aku kembali mencium dam menjilati vagina
Mbak Ninik. Vagina itu berwarna kemerahan dan
mengeluarkan bau harum. Mungkin Mbak Ninik rajin
merawat vaginanya. Saat kubuka vaginanya, aku
menemukan klitorisnya yang mirip biji kacang. Kuhisap
klitorisnya dan Mbak Ninik menggeliat keasyikan hingga
pahanya sedikit menutup. Aku terjepit diantara paha
mulus itu terasa hangat dan nikmat.
“Masih belum puas menjilatinya Hen.”
“Iya Mbak, punyamu sungguh asyik dinikmati.”
“Ganti yang lebih nikmat dong.”
Tanpa basa-basi kubuka paha mulus Mbak Ninik yang
agak menutup. Kuraba sebentar bulu yang menutupi
vaginanya. Kemudian sambil memegang penisku yang
berdiri hebat, kumasukkan batang kemaluanku itu ke
dalam vagina Mbak Ninik.
“Oh, Mbak ini nikmatnya.. ah.. ah..”
“Terus Hen, masukkan sampai habis.. ah.. ah..”
Aku terus memasukkan penisku hingga habis.
Ternyata penisku yang 17 cm itu masuk semua ke
dalam vagina Mbak Ninik. Kemudian aku mulai dengan
gerakan naik turun dan maju mundur.
“Mbak Ninik.. Nikmaat.. oh.. nikmaattt seekaliii.. ah..”
Semakin lama gerakan maju mundurku semakin hebat.
Itu membuat Mbak Ninik semakin menggeliat
keasyikan.
“Oh.. ah.. nikmaatt.. Hen.. terus.. ah.. ah.. ah..”
Setelah beberapa saat melakukan maju mundur, Mbak
Ninik memintaku menarik penis. Rupanya ia ingin
berganti posisi. Kali ini aku tidur terlentang. Dengan
begitu penisku terlihat berdiri seperti patung. Sekarang
Mbak Ninik memegang kendali permainan. Diremasnya
penisku sambil dikulumnya. Aku kelonjotan merasakan
nikmatnya kuluman Mbak Ninik. Hangat sekali rasanya,
mulutnya seperti vagina yang ada lidahnya. Setelah
puas mengulum penisku, ia mulai mengarahkan penisku
hingga tepat di bawah vaginanya. Selanjutnya ia
bergerak turun naik, sehingga penisku habis masuk ke
dalam vaginanya.
“Oh.. Mbak Ninik.. nikmaaatt sekali.. hangat dan oh..”
Sambil merasakan kenikmatan itu, sesekali aku
meremas-remas buah dada Mbak Ninik. Jika ia
menunduk aku juga mencium buah dada itu, sesekali
aku juga mencium bibir Mbak Ninik.
“Oh Hen punyamu Oke juga.. ah.. oh.. ah..”
“Punyamu juga nikmaaat Mbaak.. ah.. oh.. ah…”
Mbak Ninik rupanya semakin keasyikan, gerakan turun
naiknya semakin kencang. Aku merasakan vagina Mbak
Ninik mulai basah. Cairan itu terasa hangat apalagi
gerakan Mbak Ninik disertai dengan pinggulnya yang
bergoyang. Aku merasa penisku seperti dijepit dengan
jepitan dari daging yang hangat dan nikmat.
“Mbak Ninik.. Mbaaakk.. Niiikmaaattt..”
“Eh.. ahh.. ooohh.. Hen.. asyiiikkk.. ahh.. ennakk..
nikmaaatt..”
Setelah dengan gerakan turun naik, Mbak Ninik
melepas penisku. Ia ingin berganti posisi lagi. Kali ini ia
nungging dengan pantat menghadapku. Nampak olehku
pantatnya bagai dua bantal yang empuk dengan lubang
nikmat di tengahnya. Sebelum kemasukan penisku, aku
menciumi dahulu pantat itu. Kujilati, bahkan hingga ke
lubang duburnya. Aku tak peduli dengan semua hal,
yang penting bagiku pantat Mbak Ninik kini menjadi
barang yang sangat nikmat dan harus kunikmati.
“Hen, ayo masukkan punyamu aku nggak tahaan nih,”
kata Mbak Ninik.
Kelihatannya iasudah tidak sabar menerima hunjaman
penisku.
“Eh iya Mbak, habis pantat Mbak nikmat sekali, aku
jadi nggak tahan,” jawabku.
Kemudian aku segera mengambil posisi, kupegang
pantatnya dan kuarahkan penisku tepat di lubang
vaginanya. Selanjutnya penisku menghunjam dengan
ganas vagina Mbak Ninik. Nikmat sekali rasanya saat
penisku masuk dari belakang. Aku terus menusuk maju
mundur dan makin lama makin keras.
“Oh.. Aah.. Hen.. Ooohh.. Aah.. Aaahh.. nikmaaatt Hen..
terus.. lebih keras Hen…”
“Mbak Ninik.. enak sekaliii.. niiikmaaatt sekaaliii..”
Kembali aku meraskan cairan hangat dari vagina Mbak
Ninik membasahi penisku. Cairan itu membuat vagina
Mbak Ninik bertambah licin. Sehingga aku semakin
keras menggerakkan penisku maju mundur.Mbak Ninik
berkelonjotan, ia memejamkan mata menahan rasa
nikmat yang teramat sangat. Rupanya ia sudah
orgasme. Aku juga merasakan hal yang sama.
“Mbak.. aku mau keluar nih, aku nggak tahan lagi..”
Kutarik penisku keluar dari lubang duburnya dan dari
penisku keluar sperma berwarna putih. Sperma itu
muncrat diatas pantat Mbak Ninik yang masih
menungging. Aku meratakan spermaku dengan ujung
penisku yang sesekali masih mengeluarkan sperma.
Sangat nikmat rasanya saat ujung penisku menyentuh
pantat Mbak Ninik.
“Oh, Mbak Ninik.. Mbaak.. nikmat sekali deh.. Hebat..
permainan Mbak bener-bener hebat..”
“Kamu juga Hen, penismu hebat.. hangat dan nikmat..”
Kami berpelukan di ranjang itu, tak terasa sudah satu
jam lebih kami menikmati permainan itu. Selanjutnya
karena lelah kami tertidur pulas. Esok harinya kami
terbangun dan masih berpelukan. Saat itu jam sudah
pukul 09:30 pagi.
“Kamu nggak sekolah Hen,” tanya Mbak Ninik.
“Sudah terlambat, Mbak Ninik tidak bekerja.”
“Aku masuk sore, jadi bisa bangun agak siang..”
Kemudian Mbak Ninik pergi ke kamar mandi. Aku
mengikutinya, kami mandi berdua dan saat mandi
kembali kami melakukan permainan nikmat itu.
Walaupun dengan posisi berdiri, tubuh Mbak Ninik
tetap nikmat. Akhirnya pukul 14:30 aku pergi ke rumah
Baron dan mengambil kunci rumahku. Tapi sepanjang
perjalanan aku tidak bisa melupakan malam itu. Itulah
saat pertama aku melakukan permainan nikmat dengan
seorang wanita.
Kini saat aku kuliah dan bekerja di Denpasar, aku masih
sering mengingat saat itu. Jika kebetulan pulang ke
Jember, aku selalu mampir ke rumah Mbak Ninik dan
kembali menikmati permainan nikmat. Untung sekarang
ia sudah pindah, jadi kalau aku tidur di rumah Mbak
Ninik, orang tuaku tidak tahu. Kubilang aku tidur di
rumah teman SMA. Sekali lagi ini adalah kisah nyata
dan benar-benar terjadi.
UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI CONTACT KITA DI BAWAH INIemail yahoo / ym : asli4d@yahoo.comgmail : asli4d@gmail.comtwitter : asli4d_officialskype : asli4dpin bbm : 2B915CD1







Tidak ada komentar:
Posting Komentar