Hotel Garuda Binjai, yang disebut-sebut sebagai tempat penjualan RV, ternyata dalam menerima tamu yang hendak menginap di hotel tersebut ternyata tidak pernah meminta identitas tamunya
"Memang siapa yang menginap di sini tidak kita mintai identitas. Sebab, jika diminta identitasnya maka pelanggan yang akan masuk, bisa-bisa tidak jadi masuk hotel kami. Lagian, pelanggan yang masuk hotel asal dimintai identitas seperti KTP, selalu komplain," terang Evi, selaku Supervisor Hotel Garuda.
Jadi menurutnya, untuk mengetahui setiap pengunjung masih berada di dalam hotel. Pihak manajemen, hanya melihat dan meperhatikan setipa orang yang masuk maupun kelur hotel. "Kami selalu memeriksa setiap kamar dan orang yang keluar kamar yang disewa. Kalau harga sewa kamarnya yang gak pakai ac itu Rp 70 ribu dan pakai ac Rp 160 ribu," terangnya.
Jadi menurutnya, untuk mengetahui setiap pengunjung masih berada di dalam hotel. Pihak manajemen, hanya melihat dan meperhatikan setipa orang yang masuk maupun kelur hotel. "Kami selalu memeriksa setiap kamar dan orang yang keluar kamar yang disewa. Kalau harga sewa kamarnya yang gak pakai ac itu Rp 70 ribu dan pakai ac Rp 160 ribu," terangnya.
Sementara itu pantauan Tribun, di hotel garuda Binjai, tampak lalu lalang sepasang kekasih dengan menggunakan motor dan mobil keluar dari hotel kelas melati tersebut.Hotel Garuda sendiri memang diduga sebagi tempat ajang prostitusi di Binjai, hampir setiap tahun jelang Ramadan polisi selalu menggerebek hotel tersebut.
email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD1
email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD1







Tidak ada komentar:
Posting Komentar