[12:02:30 PM] Indo Nalo:
close

Minggu, 09 Agustus 2015

* Cerita Ngentot dengan 3 Gadis SMA*

* Cerita Ngentot dengan 3
Gadis SMA*
Kenalin, namaku Ramon, gue masih pelajar
SMA.
Hari itu sangat mendung, aku mulai memasuki
gerbang sekolah, untuk belajar dengan baik
seperti yang diharapkan orang tua saya saat
berpamitan.
Di gerbang saya bertemu dengan Vani, teman
sekelasku, akupun berjalan bersama Vani
menuju kelas. Kumulai sedikit basa-basi
kepadanya.
"Cantik banget sih, Vani..."
"Eh, aku belum mandi aja dibilang cantik,
gimana kalo aku udah make over ya??"
"Belum mandi??? Jorok banget sih..." Ejekku
"Kayak kamu bersih banget, biasanya kamu
kan bau, apalagi kalo abis pelajaran olahraga,
mana sering deket-deket ce lagi pas abis
olahraga" Balasnya
"Sialan nih..." Pikirku,
"Ya iyalah... Namanya juga co, pasti bau dong
abis olahraga..."
"Ah... Si Ucup aja ga bau kalo abis olahraga..."
"Enak aja, mau kamu sama dia? Cakepan juga
aku"
"Iya juga ya... Cakepan kamu, hehehe"
"Iyalah... Ramon kok, mana ada tandingannya...
Hehehe..."
"Haha... Kamu narsis banget sih jadi co..."
Katanya sambil mencubit
"Ih... Geli deh... Kamu juga lucu deh..."
Akhirnya kami berdua tiba di kelas, kamipun
belajar di kelas sampai pulang, saat jam
belajar, entah kenapa Vani minta untuk duduk
sebangku denganku, tentu saja aku tidak
menolaknya, maklum, Vani itu salah satu ce
paling cantik di sekolahku, saat aku duduk
sebangku dengan Vani, banyak teman-teman
yang membicarakan kami berdua, maklum, di
sekolah aku termasuk co yang biasa-biasa aja.
Kalo deket sama Vani bisa jadi gosip baru nih.
Bel tanda pelajaran berakhir pun berbunyi. Aku
lalu berjalan keluar bersama Vani.
"Van, kamu pulang sama siapa?" tanyaku
"Gak tau, biasanya sih aku naik angkot, kamu
mau anterin aku?"
"Boleh, rumah kamu kan gak terlalu jauh,
asalkan..."
"Asalkan apa? Masa nganterin gitu aja pake
syarat sih?" Protes Vani
"...asalkan kamu mau cium aku..." Aku mulai
nekat, karena memang di sekolah aku terkenal
nekat.
"Ih... Ada-ada aja, masa pake cium-cium
segala sih??"
"Ya udah, berhubung kamu cakep, aku mau
cium kamu, tapi cari tempat yang sepi dong..."
"Oke... Kita ke toilet belakang sekolah"
"Tapi jangan apa-apain aku lagi yah..."
"Iya deh... Jangan takut kalo sama aku..."
Tibalah kami ke toilet belakang sekolah, di situ
Vani seperti merasa ketakutan, mungkin karena
takut diapa-apain, tapi aku ga peduli.
"Nah... Sekarang merem dong, biar aku cium..."
Katanya
"Iya... Iya... Tapi kamu merem juga dong..."
Suruhku
"Ya udah..."
Cerita Dewasa Ngentot Sama 3 Gadis SMA
Cerita Seks Ngentot Sama 3 Gadis SMA
Cerita Mesum Ngentot Sama 3 Gadis SMA
Vani memejamkan matanya, bibir kami makin
berdekatan, setelah cukup dekat, aku membuka
mataku dan mulai mencium Vani dengan
sangat bernafsu, sambil memeluk tubuhnya
aku mencumbui Vani dengan sangat bernafsu.
"Mmmmmmmhhhhhhh........" erang Vani, tetapi
aku tidak perduli, aku masih saja
mencumbuinya. Tetapi Vani masih bisa lepas
dari dekapanku.
"Katanya cuma cium, masa kayak gitu??"
Katanya sambil sedikit tertawa
"Tapi suka kan?" Bilang aja... Ya kan? Ya kan?
Hehe..." Kataku sambil tertawa dan meledek
Vani
"Iya sih..."
Aku mulai mencumbuinya lagi, kali ini aku
lebih berani, tanganku mulai meraba pantatnya,
meremasnya dengan keras. Vani sepertinya
mulai meresponnya. Vani melepas lagi
cumbuanku.
"Pelan dikit say... Jangan buru-buru gitu,
sekarang diem aja ya, duduk aja di kloset
tuh..." Suruhnya, dari sini aku mulai ngerti
kalau Vani itu seorang "PROFESIONAL",
hehehe...
"Iya say, cepetan dong say, bukain, kasih
servis sekalian" Suruhku padanya, berhubung
udah nafsuan banget nih...
Vani mulai membukakan celanaku, aku juga
membuka baju seragamku sendiri, hingga aku
telanjang bulat sementara Vani masih
berpakaian lengkap, Vani mulai mengocok
penisku, setelah itu Vani mulai menjilat-jilat
penisku, dan menghisap-hisap penisku,
mendapat perlakuan seperti itu aku sangat
menikmatinya, udah gak lama dapet kayak gini,
dahsyat bro!!!
Tiba-tiba ada yang masuk ke dalam toilet
tempat kami beraksi.
"Waaaahhhhh.... Ada yang mantap nih..." Kata
orang yang masuk itu
"Iya tuh, bagus juga.... Gede loh" Kata orang
kedua yang masuk. Orang pertama adalah
Chintya, teman sekelasku juga dan yang kedua
Icha, kakak kelasku yang merupakan sepupu
Chintya. Mereka berdua terkenal sebagai ce
yang hot di sekolah.
"Boleh ikut ga nih? Tanya Icha pada Vani
"Boleh aja kok..." jawab Vani
Aku merasa sangat terkejut dengan mereka,
mereka masuk tiba-tiba dan seperti mau ikut
dengan aksi kami. Kalo mereka mau ikut, Rejeki
jangan ditolak ah...
"Tapi jangan di sini dong tempatnya, masa
sempit gini sih?" kata Chintya
"Mending kita ke rumahku aja, kebetulan lagi
kosong tuh" tambah Icha
"Ya udah, tapi cepetan dong, nanggung nih...
Belum dikeluarin..."
"udah santai aja, nanti kita keluarin bertiga,
santai aja" jawab Icha
Akupun langsung mengenakan seragamku
kembali, lalu kami berjalan menuju parkiran,
aku naik sepeda motor bersama Vani, Icha dan
Chintya naik mobil mereka, di perjalanan, Vani
menggesek-gesekkan dadanya di punggungku,
kayaknya ga sabar juga nih si Vani.
Akhirnya tiba jugalah kami di rumah Icha, Icha
dan Chintya sudah sampai duluan di sana,
mereka menunggu kami, akhirnya kami masuk
ke dalam rumah, Icha mengunci pintu
rumahnya. Aku duduk di sofa, dan mereka
mulai mengelilingi oleh mereka bertiga, Icha
mulai melingkarkan tangannya di leherku
sambil berdiri, dan langsung menciumiku,
sementara Chintya dan Vani duduk di sebelah
kiri dan kananku. Mereka mulai mengelus-elus
dada dan selangkanganku, sesuatu mulai
mengeras di selangkanganku.
Lalu aku memeluk Icha, mendekapnya dengan
sangat keras, saat itu aku tidak tahu siapa
memegang bagian tubuhku yang mana, saat
itu aku merasakan ada yang membukakan
celanaku, lalu menariknya dengan sedikit
kesulitan untuk membukanya, tinggallah baju
seragamku dengan celana pendek ketatku,
tanpa ada apa-apa lagi di dalamnya, aku
melepaskan ciumanku dengan Icha, lalu
kulepas baju seragamku, kini aku telanjang
tanpa menggunakan pakaian apapun, lalu aku
mencium Vani, sambil Vani mengocok-ngocok
penisku, Chintya mulai menjilati dadaku,
menghisap putingku, terasa sangat geli. Icha
membuka bajunya, lalu melemparkannya
kepada aku dan Vani yang sedang bercumbu.
Kulemparkan kembali kepadanya.
Terlihat kulit pada dada Icha yang sangat
putih mulus, seperti punya mantanku dulu,
Sarah.
Aku mulai meraba-raba dada Icha, menyelusup
dari luar BHnya, lalu Icha membukakan BHnya,
semakin terlihat jelas kalau Icha luar biasa
cantiknya, lalu Icha membuka roknya ke
bawah, juga CDnya, aku sangat suka
melihatnya, lalu aku lepaskan cumbuanku pada
Vani, aku berdiri dan langsung mencumbu
Icha lagi, tanganku meremas-remas memeknya,
lalu aku mendorongnya ke sofa, Icha malah
berdiri, menarik tanganku, mengajak aku
menuju kamarnya, ada sebuah ranjang yang
besar, aku langsung ditolaknya hingga
berbaring di ranjang, kulihat Vani dan Chintya
menyusul kami ke sini.
Icha mulai mengocok-ngocok kontolku, tak
lama ia mengocok, lalu Icha menghisapnya
dengan penuh semangat, aku sampai
melayang dibuatnya. Lalu kulihat Chintya dan
Vani mulai membuka seluruh pakaian mereka,
hingga telanjang bulat, body mereka bagus
semua, aku ga bosan-bosan ngeliatin mereka,
Chintya lalu memasang posisi meletakkan
memeknya ke wajahku, aku langsung
menjilatinya. Vani juga mengocok memeknya
sendiri, aku sangat suka melihat pemandangan
seperti ini. Mereka semua meraung-raung,
mendesah, dan berteriak kenikmatan.
Icha yang sepertinya sudah mulai bosan
menghisapi kontolku mulai bangkit dan
berusaha menduduki kontolku dan
memasukkan kontolku ke dalam memeknya
yang sudah basah terangsang. Kontolku
merasakan betapa nikmatnya memek Icha, aku
menggoyangkan pinggulku dengan cepat, Icha
pun meresponnya dengan baik, Icha juga
membalas gerakan pinggulku dengan sangat
liar, melihat itu, Vani menghampiri Icha dan
langsung mencium Icha dengan sangat liar,
wow! Ini semua sangat hebat, sangat luar
biasa rasanya 3 anak SMA ngentot dengan liar
begini!
"ngentot, enak banget nih... Akkkhhhhh........"
Desah Icha yang bergoyang liar di atas
tubuhku, tak lama kemudian, Icha ambruk ke
tubuhku, Icha mengalami orgasme. Icha lalu
bangkit dan pindah ke samping kami bertiga,
Icha terlihat lemas dan ia tertidur.
Vani meraih kontolku dan menghisapnya,
sementara Chintya masih bertahan dengan
hisapanku di memeknya, aku masih dalam
posisi berbaring di ranjang.
"Vaniii... Aku mau ngerasain kontol si Ramon...
Pengen banget nih... Akkkkhhhh...."
"Ya udah, sini dong"
"Entar, kamu nungging aja, Chin, biar doggie"
suruhku
Chintya lalu menungging, aku sempat
meremas-remas pantat dan memeknya, lalu
aku mencoba memasukkan kontolku ke dalam
memeknya.
"Aaakkkkhhh.... Aaaahhhh...." Itulah yang
keluar dari mulutnya saat kontolku masuk
seluruhnya ke dalam memek Chintya
"Aaahhh... Enak banget memek kamu, Chin,
aku suka banget... Oooohhh...."
"Kencengin, Mon, Kerasin... Kontolmu enak
banget, kenceng beibh....
Ooooooooohhhhhhh.........."
Setelah 7 menit bertahan dalam posisi ini,
kurasakan seperti ada yang mau keluar dari
dalam penisku, akhirnya aku ngecrot di dalam
memeknya sambil mengangkat tubuh Chintya
dan mencium bibirnya dari samping.
"Oooohhh.... Enak banget beibh... Aku keluar
juga nih... Oooohhh.... Aaaahhhh...."
Tubuh kami berdua pun ambruk, dan kontolku
masih berada di dalam memeknya, kami
tergeletak dalam posisi menyamping. Aku
mulai bangkit, kulihat banyak sekali spermaku
di memek Chintya yang meluber keluar
memeknya.
"Enak banget beibh... kontol kamu keras
banget... Aku suka banget..." katanya, ia pun
terbaring lemas, menaruh kepalanya di atas
tubuh Icha
Kulihat Vani mengangkangkan pahanya, dan
memasukkan 2 jarinya ke dalam memeknya.
Aku beristirahat sejenak, kontolku masih lemas
dari orgasme tadi. 10 menit aku beristirahat
sambil kupejamkan mataku. Kulihat Vani
sedang mengocok-ngocok memeknya dengan
jarinya, aku langsung menghampirinya, dan
mencumbuinya, aku mulai dari bibir, leher, lalu
aku menyusu di dadanya, dadanya sangat
besar, berukuran sekitar 36B, karena tubuhnya
termasuk besar. Lalu aku menjilati memeknya,
dan mengocok-ngocok memeknya dengan
jariku, Vani mengalami orgasmenya.
"Aaaaaaaaaaahhhhhhhhhh................
Ennnnaaakkkkkk......."
Kudiamkan jariku di dalam memeknya sesaat,
lalu kukeluarkan.
"Kamu mau ngentot, sayang?" tanyaku
"Mau banget, sayang, ayo dong, cepetan...!
Masukin...!"
Kini aku berada di antara kedua pahanya,
mengangkat kedua kakinya ke atas bahuku,
lalu mencoba memasukkan kontolku ke dalam
memeknya yang sudah basah dan merekah
merah.
Masuklah kontolku ke dalam memeknya.
"Oooohhh... Aaaahhhh... Eeennnaaakkkk..."
Erangnya saat aku menggoyang kontolku
Semakin cepat aku menggoyang kontolku. Kali
ini rasanya kontolku lebih tahan dari pada tadi,
mungkin karena sudah dikeluarin sekali pikirku,
lama dalam posisi seperti ini, aku meminta
Vani untuk tidur menyamping, tanpa
mengeluarkan kontolku dari dalam memeknya,
aku memutar posisinya miring ke kiri, dengan
posisi ini aku masih menggoyang pinggulku
dengan kencang. Tanganku dalam posisi
meremas-remas pantat dan dadanya yang
merah bekas cupang, pantatnya merah karena
kutampar-tampar.
Kulihat Icha dan Chintya mulai bangun,
mereka tiduran sambil menonton permainan
aku dan Vani.
Sambil aku ngentot dengan Vani, Icha
menghampiriku dan menciumiku, sepertinya
dia mau lagi, semakin kencang aku
menggoyangkan pinggulku, lalu kuberhenti
sebentar, aku memutar tubuh Vani ke posisi
doggie, karena aku suka sekali posisi ini, dalam
posisi ini aku meremas-remas dada Vani,
semakin Vani mendesah dan berteriak,
sementara sambil menggoyang aku berciuman
dengan Icha, semakin kukencangkan
goyanganku dan akhirnya Vani mengalami
orgasmenya.
Langsung kulepas kontolku dari memek Vani,
aku langsung bergerak menuju Icha yang
sudah telentang membuka pahanya, aku
memasukkan kontolku ke dalam vaginanya.
Aku menggoyang tubuh Icha sambil
menindihnya, kami berciuman, kami berdua
bertahan lama dalam posisi ini.
"Mon... Mau keluar nih aku... Aaaahhh.... Enak
banget..."
"Aku juga kak..."
Wajah Chintya dan Vani berada di atas perut
dan dada Icha, seperti menungguku untuk
orgasme.
Akhirnya aku cabut kontolku keluar memeknya,
dan keluarlah cipratan orgasme Icha, sangat
deras. Lalu aku menembakkan spermaku ke
wajah Chintya dan Vani, Chintya langsung
menghisap kontolku sampai lemas.
Akhirnya kami bertiga tergeletak lemas di atas
ranjang, di depanku ada Icha, di kiriku ada
Chintya, dan di dadaku terbaring tubuh Vani.
"Thanx banget, Mon. Aku suka banget kontol
kamu, lain kali kita bisa main lagi kan?" kata
Icha
"Iya, Mon. Kita suka banget kontol kamu,
walaupun ga terlalu gede, tapi kamu bisa main
lama" puji Vani
"Kapan bisa main lagi, Mon?" tanya Chintya
"Kapan aja aku bisa kok main sama kalian, kalo
mau juga di mana aja aku lakuin, di sekolahan
juga jadi!"
"Bener nih? Gimana kalo besok kita main lagi
di sekolahan?" kata Icha
"Ah gila ah... Aku ga mau" tolak Chintya
"Boleh... Asalkan pas udah sepi..."
"Ga enak dong kalo sepi, ga seru..." Kata Icha
lagi
"Ah, aku tetep ga mau..." Kata Chintya,
Chintya mulai memejamkan matanya dan
sepertinya dia kelelahan dan tidur.
"Terserah kalian semualah... Yang penting kalo
lagi pengen, hubungi aja aku... Hahaha..."
Itulah kisahku bersama 3 gadis hot sekolahku,
lain kali akan kuceritakan pengalamanku
bersama mereka lagi saat ada pertandingan
futsal di sekolah...
Foto Cerita Sex Dewasa.UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI CONTACT KITA DI BAWAH INIemail yahoo / ym : asli4d@yahoo.comgmail : asli4d@gmail.comtwitter : asli4d_officialskype : asli4dpin bbm : 2B915CD1UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI CONTACT KITA DI BAWAH INIemail yahoo / ym : asli4d@yahoo.comgmail : asli4d@gmail.comtwitter : asli4d_officialskype : asli4dpin bbm : 2B915CD1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar