[12:02:30 PM] Indo Nalo:
close

Minggu, 09 Agustus 2015

sex bareng tante ku di rumah sakit




Cerita ini berawal saat saya sedang
menunggu tante saya yang dirawat di
rumah sakit. Tangannya harus digips,
akibat kecelakaan yang menimpanya. Tante
saya terlibat kecelakaan saat dia
mengendarai mobilnya. Tangannya yang
kiri luka robek akibat terkena pecahan kaca.
Yang saya rasakan ketika menunggu tante
saya ini ada enaknya juga ada tidak
enaknya. Saya ambil contoh saja yang
enaknya dulu, saat tante mau pipis, saya
pasti disuruh mengantar ke WC. Karena
tangan tante sakit, dia menyuruh saya
untuk membukakan CD-nya dan saya bisa
lihat dengan jelas kemaluannya yang
tertutup bulunya yang agak lebat. Dan
yang tidak enaknya ketika dia mau buang
air besar, sudah deh jangan diteruskan,
anda semua pasti tahu apa yang saya
maksudkan.. OK.
Malam itu, saya sendirian menjaga tante di
rumah sakit.
Tiba-tiba tante memanggil saya, “Sony..,
cepet kemari..! Tolong tante ya..?” katanya.
“Ada apa tante..?” kata saya.
“Perut tante sakit nich.., tolong gosokin
perut tante pake minyak gosok, ya..?”
katanya sambil membuka selimutnya.
Dan terlihatlah tubuh tante yang molek itu,
meskipun dia masih memakai BH dan CD.
Tapi samar-samar puting buah dadanya
dan bulu kemaluan tante terlihat agak jelas.
Melihat pemandangan itu, batang
kemaluan saya menjadi naik. Agar tidak
terlihat oleh tante, saya mencoba
merapatkan tubuh bagian bawah saya ke
tepi ranjang.
“Lho Son.., apa yang kamu tunggu..? Ayo
cepet ambil obat gosok di meja itu. Lalu
gosok perut tante, awas jangan keras-keras
ya..!” katanya.
“Ya tante..” kata saya sambil mengambil
obat gosok di meja yang ditunjuknya.
Setelah saya mengambil obat gosok yang
ada di meja, “Yang digosok bagian mana
tante..?” tanyaku.
“Ya perut tante dong, masak memek tante..
khan nanti.. memek tante jadi sakit
kepanasan.” katanya tanpa merasa risih.
“Akh.. tante bisa aja deh.. benci aku..
uhh..!” kata saya.
“Ayo dong cepet, tante udah nggak tahan
sakitnya nich..!” katanya sambil meringis.
Lalu saya gosok bagian perutnya yang
putih mulus dan berbulu itu. Saya
menggosok dengan lemah-lembut seperti
ketika saya sedang menggosok tubuh
cewek saya.
“Ya gitu dong, huu.. enak juga gosokanmu
Son. Belajar dimana kamu..?” katanya
sambil mendesis.
“Nggak kok tante, biasa aja.” saya jawab
dengan pura-pura.
“Udahlah jangan bohong kamu.. Pasti
kamu sering gosokin tubuh cewek kamu ya
khan..?” tanyanya mendesak saya.
“Kan Sony belum pernah gosokin cewek
Sony, tante..!” kata saya pura-pura lagi.
“Sekalian ya Son, pijitin kaki tante, bisa
khan..?” katanya manja.
Saya hanya mengangguk dan mulai
memijat kakinya yang membuat naik lagi
batang kemaluan saya. Kakinya begitu
dingin, mulus dan merangsang saya.
Lalu, “Sudah tante, capek nich..!” kata
saya.
“Lhoo.., yang di atas belum khan..?”
katanya.
“Ah.., tante becanda ah.., Sony jadi malu..,”
kata saya.
“Ayo cepet dong, kamu nggak bakalan
capek lagi. Coba deh pijit disini, di paha
tante ini. Ayo dong, kamu nggak usah
malu-malu, Sony khan keponakan tante
sendiri, ayo cepet gih..!” katanya manja
sambil menarik tangan saya dengan tangan
kanannya.
Sekarang saya dapat melihat gundukan
bukit kemaluanya yang menerawang dari
balik kain tipis CD-nya itu. Wajah saya
langsung berubah merah menyala dengan
pemandangan yang indah ini. Tante seperti
tidak mengerti apa yang saya rasakan, dia
menyuruh mendekat masuk ke tengah-
tengah selangkangannya dan mengambil
kedua tangan saya, meletakkan di masing-
masing paha atasnya persis di tepi
gundukan bukit kemaluannya.
“Iya di situ Son..,” katanya sambil mencoba
melebarkan kakinya lebih lebar lagi.
Saya disuruh memijat lebih ke dalam lagi.
Pikiran saya mulai terganggu, karena
bagaimanapun meremas-remas ‘zone
eksklusif’ yang sedang terbuka menganga
ini mau tidak mau membuat batang
kejantanan saya menjadi naik lagi.
Lalu, “Son, kamu udah punya cewek..?”
katanya.
“Ya tante..,” kata saya berterus terang.
“Ngomong-ngomong Sony udah pernah
ngeseks sama cewek kamu, belum..?”
“Apa itu ngeseks tante..?” kata saya pura-
pura tidak mengerti.
“Maksudnya tidur sama cewek..” katanya.
“Ngmm.. belum pernah tante..” jawab saya
berbohong.
“Ah masak sih, coba tante lihat dan
pegang punyamu itu..?” katanya sambil
menarik tubuh saya agar lebih dekat lagi,
lalu dengan tangan kanannya dia meraba
gundukan di celana saya.
“Tante pengen tau kalo anumu bangunnya
cepet berarti betul belum pernah..” katanya
sambil meraba-raba batang kemaluan saya
lagi.
Entah artinya yang sengaja dibolak-balik
atau memang ini bagian dari kelihaiannya
membujuk saya. Mungkin karena saya
masih berdarah muda, biarpun sudah
terbiasa menghadapi perempuan tetapi
kalau dirangsang dalam suasana begini
tentu saja cepat batang kemaluan saya
naik mengeras. Kalau sudah sampai di sini
sudah lebih mudah lagi buat dia.
“Wihh, besar sekali gundukanmu Son..
boleh lihat dalamnya punyamu..? Ayo
bantu tante untuk membuka celanamu..!”
katanya tanpa menunggu persetujuan dari
saya, dia sudah langsung bekerja
membuka celana saya dan membebaskan
burung kaku saya.
Memang, waktu batang kejantanan saya
terbuka bebas, matanya setengah heran
setengah kagum melihat ukurannya.
Terutama kepalanya yang menyerupai helm
tentara “NAZI”.
“Bukan main kontolmu Sony.. besar dan
keras banget punyamu..” katanya memuji
kagum tapi justru melihat yang begini
makin memburu nafsunya.
“Tapi masak sih Son, benda seindah begini
belum pernah dipake ke memeknya cewek.
Kalo gitu sini tante boleh nggak ngerasain
sedikit lagi biar bisa tante tempelin di sini.”
lanjutnya, lagi-lagi tanpa menunggu
komentar saya, dia dengan sebelah tangan
bekerja cepat melepaskan CD-nya.
Terlihatlah hutan kemaluannya yang
menggoda itu, lalu dia menyuruh saya
untuk naik ke ranjang dan menyuruh saya
untuk menempelkan kepala kemalua saya
di mulut lubang senggamanya. Di situ Saya
disuruh menggosok-gosokkan ujung
kemaluan saya di celah liang
senggamanya.
Lalu dengan menggosok-gosokkan sendiri
ujung kepala batang kejantanan saya di
mulut lubang senggamanya yang sudah
terbuka lebar itu, menambah semakin
tegang dalam nafsu diri saya.
“Ahh.. aduh.., Son.. nikmatnya..,” katanya
menjerit geli.
“Udah Son, tante nggak tahan. Sekarang
giliran tante bikin nikmat kamu.., ok
Sayang..?” katanya menyuruh saya berdiri.
Lalu dia dengan satu tangannya langsung
memegang batang kemaluan saya dan
mulai menjilati seputar batangnya, sambil
sesekali mengulum kepalanya.
Beberapa saat kemudian, dia menarik saya
lagi, tubuh saya berlutut di atas
ranjangnya, dan kembali liang
senggamanya memperlihatkan celah
kenikmatan yang siap untuk saya masuki.
Dalam keadaan seperti itu, saya betul-betul
sudah lupa bahwa dia adalah tante saya
sendiri. Lalu, ujung batang kejantanan saya
mulai saya tusukkan di lubang
kenikmatannya yang segera saya ikuti
dengan gerakan maju-mundur, putar
kanan-kiri untuk menusuk lebih dalam.
Tante sendiri ikut membantu saya dengan
jari-jari tangan kanannya. Dia memperlebar
bibir kemaluannya agar semakin lebih
terbuka untuk lebih mempermudah
masuknya batang kemaluan saya.
Terus saya genjot batang kemaluan saya
ke dalam liang kenikmatannya yang indah
itu.
Dan akhirnya, “Hghh.., oo.. Sonn.. yeess..,
oohh..!” dengan erangannya, dia membuka
orgasmenya yang juga disusul oleh saya
hanya berselang beberapa detik kemudian.
“Gimana Son rasanya barusan..?” katanya
menguji saya sambil tangannya mengusap,
menyeka-nyeka keringat di dada saya.
“Aduh tante enak sekali, belum pernah
Sony ngerasain yang seperti ini. Tapi tante
sendiri, gimana rasanya..?” kata saya balik
bertanya.
“Tante baru sekarang lho ngerasain
digituin cowok dengan kelembutan, tapi
juga tidak meninggalkan kejantanannya
yang perkasa, seperti punyamu ini, ‘Si Buta
Dari Gua Memek’, tante jadi melayang ke
langit yang ke-7. Ohh.. endangg..?”
katanya.
Begitu selesai, saya diajak tante ke kamar
mandi. Dan waktu itu saya bantu tante
membersihkan kemaluannya. Sambil
menyiram kemaluan tante, saya mendekap
dia dari belakang, dan tante yang sedang
berdiri menjadi kegelian karena batang
kejantanan saya menyentuh bukit
pantatnya. Seketika batang kejantanan saya
naik lagi karena yang saya lihat sekarang
lebih terlihat montoknya. Dan seketika itu,
tangan lembut tante memegang batang
kemaluan saya. Saya gemetar karena
pengalaman seperti ini luar biasa buat
cowok perjaka seperti saya ini. Buah dada
tante menjulang, menantang dan tegar,
kelihatan pori-porinya meremang karena
udara sangat dingin di kamar mandi,
apalagi ini sudah tengah malam. Dan bukit
kemaluannya agak merekah merah terbuka
bekas perbuatan yang tadi.
Saya tidak tahu harus berbuat apa selain
meraba buah dadanya lagi yang kali ini dari
depan. Tante menarik saya dan mencium
bibir saya, saya menurut saja. Tubuh kami
saling merapat. Tangannya terus
mengurut-urut batang kejantanan saya.
Dan saya meraba pantatnya yang bulat dan
sintal kencang. Buah kejantanan saya pun
diremas-remasnya pelan-pelan. Kemudian,
tante mulai menaikkan kakinya yang
sebelah ke atas bak dan dimasukkannya
lagi kemaluan saya ke liang senggamanya.
Ngilu dan agak panas terasa di batang
kejantanan saya.
Tante mulai bergoyang maju mundur dan
pantat saya juga ditekannya dengan
tangan kanannya agar saya bisa mengikuti
irama. Saya ikut saja menggoyangkan
sambil memeluk, mengisap putingnya,
mencium bibirnya. Beberapa saat kami
bergoyang sama-sama, tapi paha tante
mulai pegal rupanya, dan dicabutnya
batang kemaluan saya. Kemudian dia
berbalik dan menungging sambil
berpegangan dengan tangan kanannya ke
bibir bak mandi. Saya gosokkan batang
kejantanan saya ke bibir kemaluannya.
Benar-benar terasa panas bibir
kemaluannya itu.
Kemudian saya mendesak maju dan,
“Bless..” kepala ‘NAZI’ milik saya masuk
bergesek-gesek dengan dinding lubang
senggamanya.
Tante juga bereaksi dan pinggulnya
berputar seperti penari ular. Aduh luar
biasa sekali, saya merasa keenakan dan
tidak bisa berpikir jernih lagi. Pantat saya
maju mundur, rudal panjang saya
menggaruk-garuk lubang kenikmatannya.
Dari posisi ini, saya bisa melihat dengan
jelas batang kejantanan saya basah kuyup
dan bibir kemaluan tante tertarik keluar
masuk. Tangan saya menjangkau ke
depan, meremas buah dadanya yang
menggantung besar dan bergoyang
menggeletar, nafas tante mendengus
desah.
“Ohh.. yess..!”
Akhirnya saya meledak-ledak lagi dan tante
rupanya sudah lebih dulu mengalami
orgasme.
Setelah itu saya mandikan tante saya
tersayang. Mulai detik itu, saya punya
tugas tambahan baru.

UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI CONTACT KITA DI BAWAH INIemail yahoo / ym : asli4d@yahoo.comgmail : asli4d@gmail.comtwitter : asli4d_officialskype : asli4dpin bbm : 2B915CD1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar