[12:02:30 PM] Indo Nalo:
close

Selasa, 11 Agustus 2015

Cerita Dewasa | Aku Berselingkuh Dengan Ayah Tiriku |



Cerita Dewasa | Aku Berselingkuh Dengan

Ayah Tiriku || Sebelumnya aku ingin
memperkenalkan diriku, namaku Liana. Mamaku
seorang suster kepala di sebuah rumah sakit
ternama, Mamaku ditinggal oleh papaku sejak aku
kecil. Papa asliku adalah seorang tentara yang
tewas dalam tugas. Sejak ditinggalkan oleh papa,
mama sering berganti ganti pasangan, karena dari
dirinya merindukan belain kasih sayang dari
seorang pria. Tidak jarang aku mendapati mama
sedang bercinta di sofa di ruang tamu dengan pria
yang belum pernah aku lihat sebelumnya. Hal itu
pulalah yang membuatku dewasa belum pada
saatnya. Aku kehilangan keperawananku pada
umur 13 karena aku jatuh cinta dengan pemuda
berumur 19 yang bekerja di Mc Donald di dekat
rumahku. Biarpun aku sudah rusak tetapi
hubunganku dengan mama sangat baik. Dia yang
mengajarkan aku bagaimana aku harus manjaga
tubuhku, bagaimana caranya memuaskan pria dan
sampai bagaimana untuk mengindari kehamilan.
Aku sangat mencintai mamaku. Dia adalah idolaku.
Aku tahu bahwa semua yang dia lakukan demi
aku, dan aku selalu berdoa agar mama
mendapatkan cintanya yang abadi. Suatu hari
mama mengajakku untuk makan malam. Dia bilang
kalau dia mendapat kunjungan. Aku pun senang,
karena berharap kunjungan itu dari seorang pria.
Dan tebakanku pun benar. Frans seorang dokter
muda yang cakap, tinggi tegap, berambut coklat
tua dan tidak botak. Dia terhitung tampan
dibanding dokter-dokter yang kukenal. Dia sangat
ramah dan baik hati. Aku sangat menyukai Frans,
demikian pula mamaku. Setengah tahun kemudian
mereka pun menikah, dan aku masih ingat aliran
air mata kebahagiaan mama. Di saat itu aku merasa
bahwa doaku terkabulkan. Hidup kami berubah
dengan kehadiran seorang pria di keluarga kami.
Aku tidak perlu lagi mengganti lampu yang rusak,
atau memperbaiki saluran air yang mampet. Bahkan
tingkat ekonomi kami pun meningkat drastis. Kini
kami tinggal di rumah Frans yang cukup besar dan
mewah untuk kami. Bahkan di ulang tahunku yang
ke 18 dia membelikan sebuah mobil baru yang
sebelumnya hanya ada di mimpi-mimpiku. Tidak
hanya itu, tapi bertambah seringnya erangan
nikmat yang setiap malam kudengar. Wajah mama
sangat berseri-seri setiap pagi begitu juga Frans.
Sampai terjadinya suatu peristiwa. Aku masih ingat
sekali peristiwa malam hari itu, Jumat tanggal 25
agustus 2000. Mama sedang pergi bersama
teman-temannya selama akhir minggu. Frans hari
itu mendapat undangan pesta bujang seorang
temannya yang hendak menikah keesokan harinya.
Aku sebagai remaja menikmati akhir minggu di
diskotik hingga larut malam. Sepulang dari disko
aku merasa lelah dan mabuk. Setiba di rumah aku
langsung berendam air hangat di bath up, sambil
menikmati musik di tengah remang-remang nyala
lilin. Tiba-tiba pintu kamar mandi dibuka dengan
cepat dan masuk Frans. Dia langsung menuju ke
keran air dan membasahi kepalanya. Dia tidak
sadar bahwa ada seorang gadis telanjang yang
tergeletak di sebelahnya. Setelah dia agak tenang
dia menegakkan kepalanya, dan dia menoleh ke
arahku. Aku melihat adanya rasa kaget di matanya
disamping rasa kagum. Dia hanya terdiam memaku
memandangku. Ketika dia mencoba melangkah
keluar aku pun memanggilnya. Frans hanya diam
sambil memunggungiku, kemudian dia pun
kembali melangkah ke arahku dan duduk di tepi
bath up. Entah siapa yang memulai, tiba-tiba dia
sudah bersamaku di bath up. Kami saling
mengusap, saling membelai, saling mencium dan
saling menggoda. Aku sadar bahwa alkohol
mampunyai peranan penting di sini, tapi aku
merasakan sensasi yang belum pernah aku alami.
Getaran dan perasaan melayang yang belum
pernah aku alami bersama puluhan pria lainnya.
Frans dengan lembut menciumi tengkukku sambil
dia mengangkat rambutku yang basah. Aku sangat
menikmati jilatan lidahnya sambil mendesah
nikmat. Frans berbisik, "Nana, kau sangat cantik.
Tubuhmu mengagumkan hmm,.." Aku hanya diam
mendesah. Tanganku yang sudah terampil sudah
mencari mangsa. Langsung kubelai penisnya yang
sudah tegang. Aku pun berbalik menghadapnya
dan langsung mulai menjilati dadanya yang
bidang, lalu turun ke perut dan langsung ke tujuan
utama. Aku jilat pelan-pelan, aku hisap ujungnya,
bijinya dan kemudian aku memasukkan semua
batang kejantanan ayah tiriku ke mulutku. Mungkin
ini yang disebut kenikmatan oleh pria, karena
didikan mamaku aku mengerti apa yang selalu
diinginkan oleh seorang pria. Lidahku menari-nari
menjilati penisnya. Saat itu aku hanya mendengar
gerangan nikmat dari mulut Frans, sembari
kubelai-belai pangkal pahanya. Tiba-tiba dia
mencengkeram tanganku dan langsung
mengangkatku ke atas dadanya. Bibirnya mencari
bibirku, hingga akhirnya bibir kami bertautan,
saling panggut dan saling gigit. Tangannya beraksi
di vaginaku, mencari titik lemah wanita, dan ohh,..
inilah yang dinamakan profesional. Dia sebagai
dokter mengenal setiap titik kelemahan seorang
wanita. Dia meletakkan tubuhku di bagian pinggir
bath up dan mengangkat kedua pahaku ke arah
bahunya. Dia mencari vaginaku dengan mulutnya
dan lidahnya. Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku
hanya merasakan ringan, melayang dan betapa
tubuhku bergetar hebat. Merasakan bahwa
tubuhku bergetar tidak ada hentinya, Frans pun
berdiri, keluar dari bath up mengambil handuk dan
mengangkat tubuhku serta melilit tubuhku dengan
handuk. Setelah dia pun mengeringkan tubuhnya
seadanya, dia mengangkat tubuhku menuju ke
kamar tidurnya. Di ranjang di mana dia biasa
bercinta dengan mamaku tubuhku diletakkan, dan
handuk itu mulai dibuka pelan-pelan. Dasar Frans
yang penuh selera humor, dia masih sempat
bercanda, " Wuah seperti membuka kado natal saja
rasanya!" Aku pun sempat tertawa sebelum
mulutku disumbat oleh mulutnya. Dia meneruskan
apa yang sudah dia mulai. Dia mulai menjilati buah
dadaku. Setiap bagian tubuh yang sensitif dia jilati.
Hingga dia sampai ke ujung kaki, dia menjilati
setiap jari kakiku, telapak kakinya dan lalu
membuka lebar selangkanganku. Dia maju ke
depan pelan-pelan, agak merebahkan dirinya di
dadaku, sambil mendengarkan napasku yang
terengah-engah. Tangannya membelai rambutku
yang masih basah. Tiba-tiba sesuatu yang keras
menusuk bagian vaginaku, hanya ujungnya saja,
dia melakukan dengan sangat lembut. Sambil
menjilati dan menggigiti putingku dia berhasil
memasukan seluruh penisnya ke vaginaku.
Beberapa saat kemudian dia agak berdiri dan
mengangkat kedua kakiku ke arah wajahnya sambil
terus memompa. Aku merasakan hanya
kenikmatan, mungkin dari segi ukuran penis dia
tidak terlalu besar. Tapi bagiku ukuran tidak jadi
soal, yang penting bagaimana cara dia untuk
mempergunakannya. Frans sangat jago bercinta.
Pada saat itu tidak banyak gaya yang kita coba.
Karena kenikmatan yang kita peroleh lebih penting
daripada eksperimen. Aku coba menikmati setiap
detik yang kita lalu bersama. Ada perasaan
menyesal ketika semua itu berakhir, perasaan
menyesal telah mengkhianati mama dan perasaan
menyesal bahwa semua itu telah selesai. Ingin
rasanya kami mulai dari awal lagi, menikmati setiap
detik dan setiap sentuhan. Frans hanya diam
memelukku, membiarkan kepalaku di dadanya dan
sembari mengecup-ngecup keningku dengan
lembut. Oh mama, malu rasanya ketika aku
bertemu mama. Mama yang selalu sayang
kepadaku, yang selalu perhatian akan diriku. Tapi
di sisi lain aku merasa sangat cemburu bila melihat
mama bermesra mesraan dengan Frans, perasaan
benci melihat mama yang memeluk Frans. Aku
selalu menangis apabila aku mendengar desahan
mama di saat mereka bercinta di malam hari, aku
selalu membuang muka apabila Frans pulang dari
kerja dan membawakan mama setangkai rose.
Setelah kejadian malam itu, aku dan Franks selalu
berusaha untuk mencari kesempatan untuk
berduaan. Mama sering bertugas jaga malam, dan
itu kesempatan kami untuk terus mengulanginya.
Sering kami melakukannya di mobil, di gudang
ataupun di teras belakang rumah. Sudah hampir
1,5 tahun kami saling sembunyi, tapi baru awal
tahun 2002 yang lalu aku berani mengatakan cinta
kepada Frans. Dia hanya merengek dan menangis.
Dia tidak bisa melepaskan mama karena mama bagi
Frans adalah sosok istri yang ideal. Sedangkan
diriku membuat Frans merasa muda, bergairah dan
bersemangat hidup kembali. Kami berdua tidak
tahu apa yang harus kami lakukan. Haruskah kami
bersandiwara seumur hidup? Atau haruskah kami
merusak segala mimpi mama? Di saat ini aku
kembali bertanya, benarkah Tuhan sudah
menjawab doaku? TAMATUNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI CONTACT KITA DI BAWAH INI
email yahoo / ym : asli4d@yahoo.com
gmail : asli4d@gmail.com
twitter : asli4d_official
skype : asli4d
pin bbm : 2B915CD1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar