[12:02:30 PM] Indo Nalo:
close

Minggu, 09 Agustus 2015

Cerita Seks Dewasa : Ngeseks Sama Ibu Guru SMA Cantik

Cerita Seks Dewasa : Ngeseks Sama Ibu
Guru SMA Cantik
Cerita Seks Dewasa : Ngeseks Sama Ibu
Guru SMA Cantik | Rina adalah seorang guru
sejarah disalah satu sekolah SMA. Umurnya 30
tahun, cerai tanpa anak. Ibu guru Rina sangat
cantik, kata orang dia mirip Demi Moore di film
Striptease. Tingginya 170 dan beratnya sekitar 50 kg
serta ukuran payudaranya 36B. Semua murid-
muridnya, terutama yang laki-laki pengin banget
melihat tubuh polosnya telanjang. Jadi cerita seks
dewasa ku ini adalah ngentot dengan ibu guru
Rina yang cantik.
Cerita Seks Hot | Ibu Guru SMA Cantik
Suatu hari Rina terpaksa harus memanggil salah satu
muridnya ke rumahnya, untuk ulangan susulan. Si
Anto harus mengulang karena ia kedapatan
menyontek di kelas. Anto juga terkenal karena
kekekaran tubuhnya, maklum dia sudah sejak SD
bergulat dengan olah raga beladiri, karenanya ia
harus menjaga kebugaran tubuhnya.
– Cerita porno ngentot dengan ibu guru
cantik –
Bagi Rina, kedatangan Anto ke rumahnya juga
merupakan suatu kebetulan. Ia juga diam-diam naksir
dengan anak itu. Karenanya ia bermaksud memberi
anak itu ‘pelajaran’ tambahan di Minggu siang
ini.”Sudah selesai Anto?”, Rina masuk kembali ke
ruang tamu setelah meninggalkan Anto selama satu
jam untuk mengerjakan soal-soal yang
diberikannya.”Hampir bu””Kalau sudah nanti masuk
ke ruang tengah ya saya tinggal ke
belakang..””Iya..””Bu Rina, Saya sudah selesai”, Anto
masuk ke ruang tengah sambil
membawapekerjaannya.”Ibu dimana?””Ada di
kamar.., Anto sebentar ya”, Rina berusaha
membetulkan t-shirtnya. Ia sengaja mencopot BH-nya
untuk merangsang muridnya itu. Di balik kaus
longgarnya itu bentuk payudaranya terlihat jelas,
terlebih lagi puting susunya yang menyembul.
Begitu ia keluar, mata Anto nyaris copot karena
melotot, melihat tubuh gurunya. Rina membiarkan
rambut panjangnya tergerai bebas, tidak seperti
biasanya saat ia tampil di muka murid-
muridnya.”Kenapa ayo duduk dulu, Ibu
periksa..”Muka Anto merah karena malu, karena Rina
tersenyum saat pandangannya terarah ke buah
dadanya.”Bagus bagus…, Kamu bisa gitu kok pakai
menyontek segala..?””Maaf Bu, hari itu saya lupa
untuk belajar..””oo…, begitu to?””Anto kamu mau
menolong saya?”, Rina merapatkan duduknya di
karpet ke tubuh muridnya.”Apa Ibu?”, tubuh Anto
bergetar ketika tangan gurunya itu merangkul dirinya,
sementara tangan Rina yang satu mengusap-uasap
daerah ‘vital’ nya.”Tolong Ibu ya…, dan janji jangan
bocorkan pada siapa–siapa”.”Tapi tapi…,
Saya”.”Kenapa?, oo…, kamu masih perawan
ya?”.Muka Anto langsung saja merah mendengar
perkataan Rina”Iya””Nggak apa-apa”, Ibu bimbing ya.
Rina kemudian duduk di pangkuan Anto. Bibir
keduanya kemudian saling berpagutan, Rina yang
agresif karena haus akan kehangatan dan Anto yang
menurut saja ketika tubuh hangat gurunya menekan
ke dadanya. Ia bisa merasakan puting susu Rina
yang mengeras. Lidah Rina menjelajahi mulut Anto,
mencari lidahnya untuk kemudian saling berpagutan
bagai ular.
Setelah puas, Rina kemudian berdiri di depan
muridnya yang masih melongo. Satu demi satu
pakaiannya berjatuhan ke lantai. Tubuhnya yang
polos seakan akan menantang untuk diberi
kehangatan oleh perjaka yang juga muridnya
ini.”Lepaskan pakaiannmu Anto”, Rina berkata sambil
merebahkan dirinya di karpet. Rambut panjangnya
tergerai bagai sutera ditindihi tubuhnya.”Ahh cepat
Anto”, Rina mendesah tidak sabar.
Anto kemudian berlutut di samping gurunya. Ia tidak
tahu apa yang harus dilakukan. Pengetahuannya
tentang seks hanya di dapatnya dari buku dan video
saja.”Anto…, letakkan tanganmu di dada
Ibu”,Dengan gemetar Anto meletakkan tangannya di
dada Rina yang turun naik. Tangannya kemudian
dibimbing untuk meremas-remas payudara Rina yang
montok itu.”Oohh…, enakk…, begitu caranya…,
remas pelan-pelan, rasakan putingnya menegang..”
Dengan semangat Anto melakukan apa yang gurunya
katakan.”Ibu…, Boleh saya hisap susu Ibu?”.Rina
tersenyum mendengar pertanyaan muridnya, yang
berkata sambil menunduk, “Boleh…, lakukan apa
yang kamu suka”.
Tubuh Rina menegang ketika merasakan jilatan dan
hisapan mulut pemuda itu di susunya. Perasaan yang
ia pernah rasakan 3 tahun lalu saat ia masih bersama
suaminya.”Oohh…, jilat terus sayang…, ohh”,
Tangan Rina mendekap erat kepala Anto ke
payudaranya.
Anto semakin buas menjilati puting susu gurunya
tersebut, mulutnya tanpa ia sadari menimbulkan
bunyi yang nyaring. Hisapan Anto makin keras,
bahkan tanpa ia sadari ia gigit-gigit ringan puting
gurunya tersebut.”mm…, nakal kamu”, Rina
tersenyum merasakan tingkah muridnya itu.”Sekarang
coba kamu lihat daerah bawah pusar Ibu”.Anto
menurut saja. Duduk diantara kaki Rina yang
membuka lebar. Rina kemudian menyandarkan
punggungya pada dinding di belakangnya.”Coba
kamu rasakan”, ia membimbing telunjuk Anto
memasuki vaginanya.”Hangat Bu..”Bisa kamu rasakan
ada semacam pentil…?””Iya..””Itu yang dinamakan
kelentit, itu adalah titik peka cewek juga. Coba kamu
gosok-gosok”Pelan-pelan jari Anto mengusap-usap
clitoris yang mulai menyembul itu.”Terus…, oohh…,
ya…, gosok…, gosok”, Rina mengerinjal-gerinjal
keenakan ketika clitorisnya digosok-gosok oleh
Anto.”Kalo diginiin nikmat ya Bu?”, Anto tersenyum
sambil terus menggosok-gosok jarinya.”Oohh…,
Antoo…, mm”, tubuh Rini telah basah oleh peluh,
pikirannya serasa di awang-awang, sementara
bibirnya merintih-rintih keenakan.
Tangan Anto semakin berani mempermainkan clitoris
gurunya yang makin bergelora dirangsang birahi.
Nafasnya yang semakin memburu pertanda
pertahanan gurunya akan segera jebol.”Ooaahh…,
Anntoo”, Tangan Rina mencengkeram pundak
muridnya, sementara tubuhnya menegang dan otot-
otot kewanitaannya menegang. Matanya terpejam
sesaat, menikmati kenikmatan yang telah lama tidak
dirasakannya.”Hmm…, kamu lihai Anto…,
Sekarang…, coba kamu berbaring”.Anto menurut
saja. Penisnya segera menegang ketika merasakan
tangan lembut gurunya.”Wah…, wahh.., besar
sekali”, tangan Rina segera mengusap-usap penis
yang telah mengeras tersebut.
Segera saja benda panjang dan berdenyut-denyut itu
masuk ke mulut Rina. Ia segera menjilati penis
muridnya itu dengan penuh semangat. Kepala penis
muridnya itu dihisapnya keras-keras, sehingga Anto
merintih keenakan.”Ahh…, enakk…,enakk”, Anto
tanpa sadar menyodok-nyodokkan pinggulnya untuk
semakin menekan penisnya makin ke dalam kuluman
Rina. Gerakannya makin cepat seiring semakin
kerasnya hisapan Rina.”oohh Ibu…,
Ibbuu”Muncratlah cairan mani Anto di dalam mulut
Rina, yang segera menjilati cairan itu hingga
tuntas.”Hmm…, manis rasanya Anto”, Rina masih
tetap menjilati penis muridnya yang masih
tegak.”Sebentar ya aku mau minum dulu”.
Ketika Rina sedang membelakangi muridnya sambil
menenggak es teh dari kulkas. Tiba-tiba ia
merasakan seseorang mendekapnya dari
belakang.”Anto…, biar Ibu minum dulu”.”Tidak…,
nikmati saja ini”, Anto yang masih tegang berat
mendorong Rina ke kulkas.Gelas yang dipegang rina
jatuh, untungnya tidak pecah. Tangan Rina kini
menopang tubuhnya ke permukaan pintu
kulkas.”Ibu…, sekarang!””Ahhkk”, Rina berteriak,
saat Anto menyodokkan penisnya dengan keras ke
liang vaginanya dari belakang. Dalam hatinya ia
sangat menikmati hal ini, pemuda yang tadinya pasif
berubah menjadi liar.”Antoo…, enakk…, ohh…, ohh”.
Tubuh Rina bagai tanpa tenaga menikmati
kenikmatan yang tiada taranya. Tangan Anto satu
menyangga tubuhnya, sementara yang lain meremas
payudaranya. Dan penisnya yang keras melumat liang
vaginanya.”Ibu menikmati ini khan”, bisik Anto di
telinganya”Ahh…, hh”, Rina hanya merintih, setiap
merasakan sodokan keras dari belakang.”Jawab…,
Ibu”, dengan keras Anto mengulangi
sodokannya.”Ahh…,iyaa””Anto…, Anto jangann…, di
dal.. La” belum sempat ia meneruskan kalimatnya,
Rina telah merasakan cairan hangat di liang
vaginanya menyemprot keras. Kepalang basah ia
kemudian menyodokkan keras
pinggulnya.”Uuhgghh”, penis Anto yang berlepotan
mani itupun amblas lagi ke dalam liang Rina.”Ahh”.
Foto Cerita Sex Dewasa.UNTUK INFO LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI CONTACT KITA DI BAWAH INIemail yahoo / ym : asli4d@yahoo.comgmail : asli4d@gmail.comtwitter : asli4d_officialskype : asli4dpin bbm : 2B915CD1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar